Mulai April Secara Bertahap Pindah Ke Gas

182

Siaran_PersJAKARTA, Hasil Rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu mengenai konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), Komisi VII DPR RI, menugaskan kepada Pemerintah untuk menyelesaikan peta jalan atau road map konversi BBM ke BBG. Namun demikian masih ada beberapa hal yang perlu untuk dilakukan, seperti bagaimana dengan gasnya, konverter kit dan persiapan SPBG.

Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (MESDM), Jero Wacik, saat konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jl. Medan Merdeka Selatan No.18, Senin (20/2/2012) Jakarta

Menurut Jero, mengingat BBM semakin lama semakin berkurang dan harganya semakin mahal, sementara gas semakin bertambah dan harganya murah, maka pelaksanaan konversi dari BBM ke BBG sudah menjadi niat atau policy. “Yang pasti kebijakan konversi BBM ke BBG akan dilakukan secara bertahap mulai April,” katanya.

Lebih jauh Jero mengungkapkan bahwa ada beberapa opsi yang akan diambil oleh Pemerintah. Salah satunya adalah dengan pindah ke pertamax. Namun, ditambahkan Jero, tentu dibutuhkan infrastruktur seperti kesiapan dispenser dan itu perlu waktu.

Kemudian opsi lain yang berkembang adalah dengan cara tidak menaikan harga karena hal inibertentangan dengan Undang-Undang, bahwa Pemerintah tidak boleh menaikan harga. “ Lebih tepat adalah menurunkan subsidi Premium Rp. 500 per liter, Rp.1.000 per liter atau 1.500 per liter,” jelasnya.