BPH Migas : Pertashop sebagai Solusi Menjamin Ketersedian BBM dan Penggerak Ekonomi Desa

0
435

Lumajang – Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa disela monitoring lapangan Posko Nasional Sektor BBM pasca Hari Raya Idul Fitri 1441H di wilayah Jabar, Jateng, dan Jatim menyempatkan diri meninjau Pertashop di Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang dan Desa Kraton Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang Jawa Timur, (31/05/20).

Gustiar Widodo, Sales Area Manager (SAM) Malang PT. Pertamina (Persero) di lokasi kunjungan mengungkapkan Program Pertashop merupakan kemitraan antara PT. Pertamina (Persero) selaku Badan Usaha penyedia BBM dengan Pemerintah Desa dan Mitra Swasta yang berbentuk BUMDES melalui penggunaan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD), CV, Koperasi, dan Perseroan Terbatas (PT) untuk mmberikan kemudahan bagi masyarakat desa untuk mendapatkan akses BBM sekaligus memberikan dampak ekonomi dan meberikan nilai tambah aset bagi pemerintah desa.

Program Pertashop merupakan tindaklanjut Nota Kesepahaman Kementerian Dalam Negeri dengan PT. Pertamina Persero tanggal 18 Februari 2020 tentang Dukungan Pemerintah dan Masyarakat Desa dalam Peningkatan dan Pengembangan Program Pertashop di Desa. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung pemenuhan BBM didesa terutama di 3.827 kecamatan atau 53% Kecamatan di Indonesia yg belum terjangkau akses SPBU dengan memanfaatan aset desa.

Dari data 3.827 Kecamatan yang belum mempunyai akses SPBU telah dilakukan verifikasi data desa di Kecamatan tersebut yang dapat dijangkau/diakses oleh mobil tangki BBM sebagai salah satu persyaratan
operasional Program Pertashop. Hasil verifikasi data dimaksud, terdapat 2.376 desa yang memenuhi aspek dapat diakses sehingga diprioritaskan untuk dibuka program pertashop.

Pada tahap awal sebagai crash program, akan diluncurkan pembangunan pertashop di 418 titik yang pembangunan fasilitas dan manajerial pengelolaan akan dilakukan oleh PT. Pertamina (Persero)
dalam kurun waktu 3 (tiga) bulan. Untuk mendukung Program Pertashop, Pihak Pemerintah Desa diharapkan menyiapkan lahan dengan memilih skema pertashop yang akan dibangun yaitu 144 M2 untuk jenis Pertashop Gold, 200 M2 jenis Pertashop Platinum, dan 500 M2 jenis Pertashop Diamond. Selama 3 bulam masa crash progtam, Pemrintah Desa juga harus menyiapkan tenaga operasional (SDM) yang akan mengoperasionalkan Pertashop tersebut untuk mendapatkan pelatihan dari PT. Pertamina, melakukan perjanjian kerja sama dengan PT. Pertamina (Persero) yang memuat hak dan kewajiban serta margin yang diperoleh kedua belah pihak , dan menyiapkan 1 (satu) rekomendasi calon Mitra (pihak ketiga) yang mempunyai badan usaha untuk keberlanjutan pengelolaan Pertashop pasca crash program.

Menurut Gustiar Widodo, Sales Area Manager (SAM) Malang PT. Pertamina (Persero) investasi yang diperlukan untuk mendirikan Pertashop berkisar antara 250-300 juta, diluar lahan . Untuk crash program pembangunan fasilitas dan pengoperasionalnya selama 3 bulan dilakukan oleh Pertamina. Setelah 3 bulan pengoperasionalnya akan diserahkan ke Pemerintah Desa dan Mitra yang bekerjasama dengan Desa. Pertashop menjual BBM jenis Pertamax dengan harga sama dengan di SPBU saat ini Rp9.000/liter dengan kualitas terjamin dan takaran pas.

Kepala Desa Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Siswanto, mengungkapkan Pertashop di desanya merupakan crash program dari Pertamina yang dibuka sejak 20 Mei 2020. Untuk pengoperasionalnya pihaknya menggandeng mitra dari PT. Mitra Bumdes Nusantara yang merupakan kerjasama 7 BUMN yaitu Perum BULOG, Danareksa, Pertamina Retail, PPI, RNI, PIHC dan PTPN 3.

Volume penjualan perhari sejak dibuka rata-rata 150 liter/hari. “Masyarakat Desa Dau Sangat Senang dengan dibukanya Pertashop, dengan adanya Pertashop masyatakat dapat membeli pertamax dengan harga sama di SPBU” Jelas Siswanto. Dirinya juga menambahkan nantinya di lokasi tetsebut akan selain Pertashop juga dibangun semacam kawasan pertokoan dimana masyarakat dapat berjualan barang-barang kebutuhan pokok dan potensi desa lainnya. Sementara itu Kepala Desa Kraton Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang Didi Purwantono mengungkapkan Pertashop di Desanya dibuka sejak 20 Mei 2020 dengan rata-rata penjualan 300 liter perhari.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa disela-sela kunjungan mengungkapkan BPH Migas sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan ketersediaan BBM diseluruh NKRI mendukung penuh pembangunan Pertashop di Desa-Desa. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM Kemendagri, PT. Pertamina (Persero) dan melakukan monitoring agar pembangunan Pertashop di 418 lokasi dapat berjalan tepat waktu. “Pertashop tidak hanya sebagai solusi untuk menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat desa, tapi juga diharapkan mampu menggerakan ekonomi desa yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa” jelas Ifan, sapaannya.