Hadirkan Keadilan Ketersediaan, Pendistribusian, dan Harga BBM Bagi Masyarakat Teweh Timur Melalui Program BBM Satu Harga, Bukti Besarnya Perhatian Pemerintah Kepada Rakyatnya

0
394

Teweh Timur, Kalimantan Tengah – Dalam rangka melaksanakan amanat Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 206 tentang Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan secara nasional, Hari ini (23/11) Komite BPH Migas, Henry Ahmad meresmikan Penyalur BBM Satu Harga ke-99 di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Penyalur BBM Satu Harga (SPBU Kompak 66.783.003) yang beroperasi di Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur ini merupakan penyalur BBM Satu Harga kedua yang telah diresemikan di Kabupaten Barito Utara yang berjarak ± 37 KM dan berlokasi di Kecamatan Gunung Purei. SPBU Kompak di Desa Benangin ini melayani masyarakat sekitar dengan mendistribusikan Jenis BBM Tertentu (Solar) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (Premium) dengan harga yang sama dengan Pulau Jawa dan Pulau besar lainnya di seluruh Indonesia, yaitu Rp.6450/liter untuk Premium dan Rp. 5150/liter untuk Solar. Kapasitas storage yang dimiliki oleh SPBU Kompak ini adalah sebesar 5 KL untuk Jenis BBM Premium dan 5 KL untuk Jenis BBM Solar dengan mendapatkan supply dari TBBM Banjarmasin yang berjarak ± 432 KM dengan jarak tempuh sekitar ± 18 jam menggunakan Truk Tangki melewati jalur darat.

Ditemui pada saat peresmian, Komite BPH Migas, Henry Ahmad mengatakan “Peresmian Penyalur BBM Satu Harga ini adalah salah satu bentuk perhatian Pemerintah yang begitu besar bagi masyarakat, bagaimana tidak? Masyarakat sekitar yang sebelumnya harus mengeluarkan sekitar 9000 – 10000 untuk satu liter Premium dan Solar dalam memenuhi kebutuhannya, sekarang bisa merasakan keadilan baik dari sisi ketersediaan hingga harga yang sama dengan Pulau lain di Indonesia. Hal ini yang kami harapkan dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar menjadi lebih baik”
“Pembangunan Penyalur BBM Satu Harga ini tidaklah mudah, banyak sekali faktor yang dapat menjadi kendala salah satunya adalah letak geografis yang mempengaruhi besaran ongkos angkut BBM ke tempat ini, oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah setempat untuk bahu membahu, saling membantu dalam menjaga agar Program BBM Satu Harga ini dapat tepat sasaran secara efektif juga secara efisien. Dan ingat jika terjadi penyelewengan ataupun pelanggaran dalam pengoperasiannya kami harap agar segera melapor kepada kami (BPH Migas) untuk segera kami tindak lanjuti. BPH Migas akan terus siap untuk mengawal Program BBM Satu Harga demi keadilan BBM di seluruh NKRI” tegas Henry.

Secara nasional, target Pemerintah dalam pelaksanaan Program BBM Satu Harga ini dari tahun 2017 hingga berakhir di tahun 2019 adalah membangun 160 penyalur di titik-titik yang tersebar di seluruh wilayah 3T di NKRI yang hingga saat ini telah diresmikan sebanyak 99 (termasuk SPBU Kompak 66.783.003) Penyalur dengan rincian sebanyak 94 Penyalur PT. Pertamina (Persero) dan 5 Penyalur PT. AKR Corporindo, Tbk. Selain tempat ini, hari ini pula diresmikan 2 Penyalur BBM Satu Harga lainnya, yaitu di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. BPH Migas akan terus berkomitmen untuk mengawal pelaksanaan Program BBM Satu Harga ini demi mewujudkan keadilan ketersediaan, pendistribusian BBM di seluruh wilayah NKRI.