Kepala BPH Migas meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Patimban dalam rangka memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan BBM dan LNG

0
329

Subang – Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa beserta Tim meninjau proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat (02/06/20). Kunjungan ini dalam rangka meninjau kesiapan infrastruktur dan pasokan BBM dan LNG untuk mendukung kebutuhan energi pada operasional Pelabuhan Patimban yang ditargetkan beroperasi pada Maret 2021 dan soft opening pada Oktober 2020.

Febrianto dari KSOP Pelabuhan Patimban Kementerian Perhubungan Pelabuhan Patimban ditargetkan akan menjadi pelabuhan besar yang difungsikan untuk pusat kegiatan ekspor dan impor industri otomotif di Indonesia, sehingga dapat mengurangi kepadatan lalu lintas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban secara keseluruhan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap 1 fase 1 dengan investasi Rp14 trilliun, akan diselesaikan pada bulan Oktober 2020 dengan kapasitas kapasitas 218.000 kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250.000 TEUs untuk terminal peti kemas.

Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021 – 2023, dengan kapasitas optimum untuk kendaraan itu adalah 600.000 kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs

Tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 yaitu dilakukan pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu diatas 7 juta TEUs.

Total luas pelabuhan ini adalah 654 hektar dengan rincian 300 hektar untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan serta 354 hektar akan diperuntukkan back up area berisi area pergudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.

Diharapkan dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban secara keseluruhan, dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas (ekspor-impor) kendaraan di Tanjung Priok di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa di lokasi proyek pelabuhan menyambut baik pembangunan pelabuhan Patimban. Dirinya mengungkan BPH Migas sebagai lembaga yang bertugas mengatur dan mengawasi ketersediaan BBM memastikan infrastruktur dan ketersediaan BBM untuk menunjang operasional pelabuhan.”Pembangunan pelabuhan ini akan mendorong pengembangan kawasan Industri terutama di Kabupaten Subang dan Indramanyu, oleh karena itu sesuai tusi BPH Migas kami ingin memastikan ketersediaan BBM dan juga Gas Bumi dalam mendukung operasional BBM dan ketersediaan energi bagi kawasan industri disekitarnya”. Jelas Ifan. Dirinya juga mendorong penggunaan Gas Bumi untuk kebutuhan industri. Dalam tahap awal sebelum ada infrastruktur pipa gas bumi dapat menggunakan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) atau tempat penyimpanan gas alam untuk strategi penuhi pasokan gas. Berdasarkan data dari BPH Migas terdapat Badan Usaha yang akan membangun FSRU sekitar 5 km dekat pelabuhan Patimban yaitu PT. Jabar Infra Gas.