Peninjauan Terminal BBM Plumpang oleh Wakil Menteri ESDM

0
834

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) selama masa Ramadan dan Idul Fitri berjalan dengan baik. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan langsung oleh Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, Dirjen Migas KESDM Djoko Siswanto, Dirjen Kenagalistrikan Rida Mulyana, Kepala Badan Geologi Rudi Suhendar, dan Direktur Pemasaran Retail PT. Pertamina (Persero) Mas’ud Khamid ke Terminal BBM Plumpang, Jakarta pada Selasa (28/5), pasokan dan distribusi BBM dalam kondisi aman. 

Pemerintah menempatkan prioritas tertinggi untuk melayani kebutuhan BBM kepada masyarakat. Khususnya menghadapi tingginya mobilitas pada hari besar keagamaan dan libur umum, Pemerintah akan meningkatkan pelayanan.

Pada masa mudik lebaran tahun 2019 diperkirakan pasokan BBM aman. Prediksi rata-rata ketahanan stok nasional BBM rata-rata minimal 21 hari, seperti Premium (21 hari), Pertalite (21 hari), Pertamax (22 hari), Biosolar (26 hari), Dexlite (27 hari) dan Dex (35 hari). Sedangkan untuk Avtur mencapai 48 hari. 

Khusus Terminal BBM Plumpang, rata-rata harian penyaluran untuk konsumen SPBU pada saat hari normal mencapai 15.361 Kilo Liter (KL) dan pada masa mudik kali ini (H-7 dan H+7) hanya mencapai 13.572 KL dengan puncak penyaluran (H-6) diperkirakan mencapai 20.378 KL (penambahan dari peralihan TBBM Cikampek dampak kebijakan one way).

Terminal BBM Plumpang, dengan kapasitas total tangki 322.255 KL. TBBM ini melayani sekitar 791 SPBU, memiliki 24 tangki penimbunan dengan rincian 7 tangki untuk jenis Premium (kapasitas total 117.385 KL); 5 tangki untuk jenis Solar (kapasitas total 68.641 KL); 7 tangki untuk jenis Pertamax (kapasitas 93.078 KL);
2 tangki untuk jenis Pertamax Turbo (kapasitas 11.106 KL); 1 tangki Pertamina Dex (kapasitas 9.461 KL); 2 tangki untuk jenis FAME (kapasitas 21.563 KL)

TBBM Plumpang dinilai sebagai terminal BBM terpenting di Indonesia, karena Plumpang menyuplai sekitar 20% kebutuhan BBM harian di Indonesia, atau ke sekitar 25% dari total kebutuhan SPBU Pertamina. 

Sementara itu, prognosa Stok LPG Nasional Untuk periode Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M perkiraan ketahanan stok rata-rata 385.026 MT (19 hari).

Penerimaan BBM di TBBM Plumpang berasal dari Terminal BBM Balongan melalui sarana perpipaan (pipeline) dan melalui Dermaga atau Jetty yang berada Terminal BBM Tanjung Priok.

Saat ini, untuk menjaga keamanan pasokan BBM dan LPG, Pemerintah membentuk Posko Satgas BBM dan LPG di Kantor Pusat dan seluruh Kantor MOR (Marketing & Operation Region) Pertamina, monitoring stok BBM di seluruh Terminal BBM melalui sistem komputerisasi SIMSND (Sistem Informasi Manajemen Supply & Distribution), menambah armada Mobil Tanki dan waktu operasional TBBM (jika diperlukan).

PT Pertamina juga menyiapkan 10 SPBU baru di jalan tol Jawa. Rata-rata untuk 20 Km ada 1 SPBU (di jawa).

Selain itu, disiiapkan jalur contra flow untuk mengantisipasi stagnasi mobilitas mobil tanki Pertamina akibat kemacetan lalu lintas (bekerjasama dengan POLRI), penjualan Pertamax dalam Kemasan serta fasilitas pengisian di rest area non SPBU dan menyediakan produk BBK dalam kemasan yaitu Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dalam kemasan di SPBU yang selama ini belum menjual BBK. Keseluruhan posko ini adalah bagian dari Posko Nasional Sektor ESDM, yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikkan Rida Mulyana dan Wakil Koordinator Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor kelistrikan. Pada saat Idul Fitri secara umum dalam Kondisi Aman, yaitu pada 5 Juni 2019, daya mampu pembangkit diperkirakan sebesar 38.653,47 MW dan beban puncak sebesar 25.727,32 MW sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 12.926,15 MW. Tanggal 6 Juni 2019, daya mampu pembangkit diperkirakan sebesar 45.234,87 MW dan beban puncak sebesar 26.546,81 MW sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 18.688,06 MW.

Kondisi kelistrikan sistem Jawa Bali akan berada dalam Kondisi Normal, sedangkan untuk sistem luar Jawa Bali terdapat beberapa sistem dalam Kondisi Siaga.

Sementara terkait potensi Letusan Gunung Berapi, Gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Antisipasi yang dilakukan adalah telah disiapkan informasi peta titik rawan gerakan tanah & gempa bumi, status gunungapi serta Satgas Tanggap Darurat.