Monitoring dan Evaluasi Implementasi SMI, BPH Migas Gelar Rapat Tinjauan Manajemen Puncak.

0
317

Jakarta – BPH Migas telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Integrasi (SMI) yang telah tersertifikasi oleh Bureau Veritas sejak Mei 2018 yaitu ISO 9001 : 2015 Tentang Mutu, ISO 4001 : 2015 Tentang Lingkungan, dan OHSAS 18001 : 2007 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dalam rangka monitoring dan evaluasi kinerja implementasi SMI sesuai klausal yang ada di Standar Iso, BPH Migas mengadakan Rapat Tinjauan Manajemen Puncak secara daring melalui Aplikasi Zoom. Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa selaku manajemen Puncak SMI dan dihadiri oleh Komite BPH Migas, Pejabat Eselon 2, Pejabat Eselon 3, Pejabat Eselon 4 dan seluruh Staf BPH Migas.

BPH Migas saat ini juga sedang dalam proses pengajuan sertifikasi dari SAI Global Indonesia yaitu ISO 37001 : 2016 Tentang Anti Penyuapan. Sebelum dilakukan rapat Tinjauan Manajemen Puncak SMI, telah dilaksanakan Audit Internal mulai tanggal 17 Maret 2020 sampai dengan tanggal 3 Juni 2020. Sebanyak 26 Auditor Internal terlibat dalam pelaksanaan Audit Internal ini.

Dari pelaksanaan Audit Internal ini menghasilkan rekomendasi untuk dilaksanakan bersama, yaitu antara lain :
1. Diperlukan penegasan kembali dari pimpinan BPH Migas dan pemahaman serta komitmen dari seluruh pegawai BPH Migas dari Pejabat Struktural dan Pejabat Pelaksana bahwa kegiatan Sistem Manajamen Integrasi (SMI)adalah kegiatan prioritas BPH Migas
2. Diperlukan sosialisasi “penyegaran” kepada seluruh pegawai untuk lebih memahami SMI BPH Migas
3. Melakukan review dan penyempurnaan dokumen SMI (SOP dan Instruksi Kerja) oleh pegawai yang sudah ditunjuk dan ditugaskan sebagai Tim Pelaksana SMI BPH Migas dan atau pegawai lain yang terlibat di masing masing unit
4. Memasukan tugas dan tanggungjawab pelaksana SMI ke dalam KPI

Di akhir rapat, Kepala BPH Migas memberikan pesan dan arahan kepada seluruh pejabat dan pegawai BPH Migas agar terus membangun awareness atau kesadaran dan continuous improvement agar
menjadi budaya kerja di BPH Migas. Selain itu, seluruh pegawai untuk selalu bersungguh-sungguh dalam mengimplementasikan Sistem Manajemen Integrasi dan prosedur yang ada di ISO, tidak hanya tergantung kepada pegawai tertentu. Seluruh pekerjaan yang dilakukan berpedoman pada sistem dan prosedur yang telah ditetapkan sehingga ketika terjadi pergantian pejabat/pegawai, sistem tersebut sudah berjalan dan tinggal melanjutkan tidak perlu belajar dari awal.