Waspada Corona, BPH Migas Siaga dalam Bentuk Pencegahan

0
293

Jakarta – Hari ini (11/03) Paguyuban Ibu-Ibu BPH Migas menyelenggarakan temu wicara pengetahuan virus corona penyebaran dan pencegahannya dengan narasumber Prof. drh. Roostita L. Balia. M. App. Sc., PhD Guru Besar Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran dan Fedri R. Rinawan, dr., M.Sc.PH, PhD Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran yang bertempat di aula Gedung BPH Migas.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Penasihat Dharma Wanita Kementerian ESDM Ratna Mirah Tasrif. Dalam sambutannya Ratna Tasrif menyampaikan, Kementerian Kesehatan telah mengumumkan hingga 10 Maret 2020 telah ada 27 kasus virus corona di Indonesia, oleh karena itu kita harus meningkatkan kewaspadaan tentang Virus corona di lingkungan kita berada. Keberadaan Media social dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia tentang virus corona, namun sisi negatifnya ialah banyaknya berita hoax sehingga kita juga harus dapat menyaring sumber-sumber berita yang ada. “Saya berharap seluruh peserta memahami ilmu yang akan didapat dan menyebar luaskan pengetahuan tentang penyebaran dan pencegahan virus corona agar orang-orang disekitar kita juga terlindungi” pungkasnya.

Ketua Paguyuban Ibu-Ibu BPH Migas Ibu Emi Marsusanti Asa, dalam sambutan laporannya menyampaikan, berdasarkan informasi terbaru kasus corona telah menyebar di 103 Negara, dengan 4.026 kasus kematian, oleh karena itu Paguyuban Ibu-Ibu BPH Migas menggelar acara tersebut, dengan harapan agar kita semua paham dangan penyebaran dan pencegahan virus corona.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa  saat memberikan sambutan pada acara tersebut menyampaikan adanya korelasi virus corona dengan sektor migas. “Hari ini harga minyak dunia turun sampai $27/barrel, ini terendah sejak 2014, kemudian juga gas LNG berdasarkan Japan Korean Market harganya sekitar $3,7/MMBTU,” jelas Ifan.  Kepala BPH Migas juga menekankan agar semua peserta paham dengan penyebaran dan pencegahan virus Corona secara pre-emtive, preventive dan corrective action kalau sudah terjadi.

Narasumber acara Prof. drh. Roostita L. Balia, M.App.Sc., Ph.D. menyampaikan Covid-19 (Corona Virus Disease 19) merupakan virus penyebab wabah corona yang merebak di hampir 53 negara per 4 Maret 2020. Virus ini dapat menyebabkan berbagai macam gangguan pernapasan dari mulai gejala ringan hingga berat (WHO,2020).  “Sekarang sudah 27 korban yang terjangkit virus Covid-19 di Indonesia, salah satu penyebaran Virus Covid-19 dikarenakan mengkonsumsi bushmeat” pungkasnya.

Bushmeat adalah daging yang berasal dari satwa liar, seperti mamalia reptil amfibi dan burung. Hewa liar tersebut banyak diburu untuk dikonsumsi manusia. Konsumsi bushmeat merupakan salah satu faktor penyebab penularan virus corona di Wuhan China. Mengkonsumsi daging kelelawar dan daging ular sudah menjadi suatu tradisi bagi masyarakat di China, padahal beberapa penelitian telah menjelaskan bahwa kelelawar, ular, dan pangolin berperan sebagai reservoar bagi Virus Covid-19 ( Corona ), sedangkan hewan peliharaaan seperti kucing, anjing dan binatang peliharaan yang bukan tangkapan dari alam, tidak berpotensi menularkan Virus Covid-19.

Fedri Ruluwedrata Rinawan, dr., MScPH., PhD. menyampaikan hal-hal penting tentang Corona Virus:
1. WHO menyatakan sebutan untuk menerangkan ke publik terkait virus corona ini adalah Virus Covid-19
2. Sejauhmana memungkinkan pemeriksaan diagnosis Covid-19 tidak hanya dikirim ke pusat (untuk identifikasi Confimed Positive)
3. Contact tracing-tracking
4. Social Distancing, Karantina-Isolasi
5. Cara batuk yang benar
6. Masker mahal: efeknya tidak hanya menghambat pencegahan Covid-19 tapi juga pencegahan penyakit lain yang menular melalui droplet
7. Fasilitas cuci tangan, cuci tangan yang benar
8. Proporsi gizi makanan yang baik, olahraga rutin
9. Share good infodemic untuk men tackle Bad Infodemic dan potensi Global Pandemic

Ia juga menyampai hal-hal penting sebagai bentuk pencegahan Virus Covid-19 mulai dari membiasakan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memperagakan penggunaan masker yang benar dan juga cara menutup yang benar ketika batuk.

Acara Temu Wicara selain dihadiri oleh seluruh pegawai BPH Migas, juga dihadiri Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan Kementerian ESDM, perwakilan PT Pertamina (Persero), PT PGN (Persero) dan Ibu-Ibu Komite BPH Migas Periode sebelumnya