BPH Migas Perkuat Pengawasan BBM Subsidi untuk Transportasi Penyeberangan

Penguatan pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kompensasi terus dilakukan, termasuk pada sektor transportasi penyeberangan. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT ASDP Indonesia Ferry mendorong penguatan sistem pengawasan melalui integrasi data, peningkatan infrastruktur, serta pemantauan langsung di lapangan agar distribusi energi dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel.

Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati menyampaikan, selama ini BPH Migas telah menerima data volume penyaluran BBM subsidi dari PT Pertamina Patra Niaga. Namun, dibutuhkan data yang lebih rinci terkait penggunaan BBM pada masing-masing kapal penyeberangan.

“Meski telah memiliki data dari Pertamina, kami perlu memonitor bagaimana realisasi sesungguhnya dari penyaluran tersebut. Kami sudah menyampaikan juga kepada teman-teman di ASDP bahwa kami berniat untuk mengadakan integrasi data dan sudah disetujui dari ASDP,” ungkapnya saat monitoring penyaluran BBM subsidi di Pelabuhan ASDP Cabang Lembar, Nusa Tenggara Barat, Selasa (30/6/2026).

Menurut Erika, ASDP saat ini sedang menyiapkan aplikasi pemantauan penyaluran BBM yang nantinya memungkinkan BPH Migas memonitor realisasi penggunaan BBM pada masing-masing kapal secara lebih mudah. “Integrasi data tersebut akan meningkatkan efektivitas pengawasan distribusi BBM subsidi sekaligus memperkuat akuntabilitas pemanfaatannya. Ini tentu merupakan kerja sama yang baik dari teman-teman ASDP,” tambahnya.

Selain penguatan sistem pengawasan, BPH Migas juga meninjau kesiapan fasilitas pipanisasi di Pelabuhan Lembar yang telah selesai dibangun dan menunggu proses comisioning sebelum dapat dioperasikan. “Fasilitasnya sudah siap, tinggal menunggu comisioning. Jadi nanti BBM tidak lagi disalurkan langsung dari mobil tangki ke dalam kapal, tapi akan melalui pipa sehingga secara safety akan lebih baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” paparnya.

Erika berharap penerapan fasilitas pipanisasi tersebut dapat diikuti pelabuhan lain untuk mendukung keamanan dan efisiensi penyaluran BBM. Sejumlah pelabuhan seperti Merak, Ketapang, dan Kayangan telah memiliki fasilitas serupa.

Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Lembar ⁠Handoyo Priyanto menyatakan kesiapan ASDP mendukung penguatan sistem pengawasan distribusi BBM melalui penggunaan fasilitas pipanisasi dan pengembangan aplikasi pemantauan penyaluran BBM yang dapat mendukung integrasi data dengan BPH Migas.

Pantau Ketersediaan BBM

Selanjutnya, monitoring juga dilakukan di Integrated Terminal Ampenan Lombok, Rabu (1/7/2026), guna memastikan ketersediaan pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok. Pada kesempatan itu, turut dibahas juga mekanisme penyaluran BBM ke kapal penyeberangan bagi masyarakat untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat guna dan tepat volume.

Kegiatan monitoring juga dilakukan dengan berkunjung ke SPBU di wilayah Praya, Lombok Tengah. BPH Migas mengonfirmasi adanya praktik penyaluran BBM subsidi menggunakan botol plastik di salah satu SPBU. BPH Migas telah meminta kepada Pertamina agar memberikan pembinaan kepada SPBU terkait.

Selain itu, BPH Migas juga mengunjungi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk memastikan implementasi aplikasi XStar dalam penerbitan Surat Rekomendasi pembelian BBM subsidi bagi konsumen pengguna di wilayah tersebut berjalan baik.

Usai berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kunjungan dilanjutkan dengan meninjau langsung SPBU BBM Satu Harga di Kecamatan Praya Barat Daya. SPBU ini dinilai membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap energi, termasuk bagi sektor pertanian.

“Kami juga berdiskusi dengan petani-petani terkait kebutuhan BBM. Mereka (petani) juga berterima kasih dengan adanya SPBU ini, sehingga bisa memudahkan dalam mendapatkan BBM untuk kebutuhan alat-alat pertanian,” pungkas Erika.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Tenaga Ahli Menteri ESDM Abdul Halim, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Tengah Lalu Rinjani, Integrated Terminal Manager Ampenan Taufik Nur Alam, dan Sales Area Manager NTB Pertamina Patra Niaga Dany Hutama Aji.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT