BPH Migas Dorong Pembangunan Jaringan Gas Bumi di Kabupaten Jepara

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pembangunan jaringan gas bumi (jargas) untuk rumah tangga di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Optimalisasi pemanfaatan gas bumi melalui pipa merupakan upaya mewujudkan ketahanan energi nasional.

Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief menjelaskan, jargas merupakan gas bumi yang disalurkan langsung melalui jaringan pipa ke rumah tangga dan pelanggan kecil. Jargas menjadi salah satu alternatif energi yang lebih baik dan berkelanjutan, karena lebih ramah lingkungan, lebih hemat dibandingkan Liquefied Petroleum Gas (LPG) serta tersedia selama 24 jam.

“Peningkatan pemanfaatan gas bumi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai pengguna. Meskipun di Jepara belum ada jargas, namun di daerah terdekat, yaitu Kabupaten Demak, sudah terbangun jargas. Kita harapkan jargas juga dapat diperluas dan dibangun di Jepara,” tuturnya dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyebarluasan Informasi Terkait Pengaturan dan Pengawasan Gas Bumi Melalui Pipa, di Jepara, Kamis (13/8/2026)

Eman menambahkan, penyebarluasan informasi mengenai jargas penting agar masyarakat memahami manfaat, ketersediaan, serta penggunaan gas bumi melalui pipa. Dengan pemahaman yang lebih baik, proses peralihan penggunaan energi dari LPG menuju jargas diharapkan dapat berlangsung lebih mudah.

“Melalui Bimtek ini diharapkan minat masyarakat terhadap jargas untuk rumah tangga dapat meningkat. Termasuk juga peningkatan volume dan utilisasi (pemanfaatan) gas bumi melalui pipa,” tambahnya.

Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Jamaludin Malik menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar infrastruktur jargas yang telah berkembang di wilayah terdekat, seperti Kabupaten Demak, dapat diperluas hingga Jepara. Menurutnya, Jepara merupakan salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Tengah yang menyerap banyak tenaga kerja dan memiliki nilai investasi yang tinggi.

“Terkadang masyarakat masih kesusahan mendapatkan gas (LPG) yang bersubsidi. Di beberapa tempat sudah dibangun jargas dan itu sangat membantu. Kita harapkan jargas (dapat) kita datangkan ke Jepara,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin menyampaikan, pada tahun anggaran 2025-2026 Pemerintah membangun jargas sebanyak 119.379 sambungan rumah (SR) di 15 Kabupaten/Kota. Pembangunan jargas di Jawa Tengah berlangsung di Kabupaten Batang, Kendal dan Demak dengan total 32.745 SR yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.

“Saat ini Jepara memang belum ada jargas. Prosedur supaya bisa mendapatkan atau dibangun jargas, salah satu mekanismenya adalah pengusulan dari pemerintah kabupaten/kota ke Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” imbuhnya.

Sementara itu, Area Head Semarang PT PGN Sugianto Eko Cahyono menilai pengembangan jargas di Jawa Tengah telah berjalan cukup masif. Dengan dukungan pemerintah daerah, DPR, BPH Migas, dan pemangku kepentingan lainnya, pembangunan jargas diharapkan dapat diperluas hingga Jepara.

“Mudah-mudahan Jepara juga bisa mendapatkan manfaat dari jargas, dengan mendapatkan dukungan dari seluruh stakeholder. Menjadi solusi yang cukup menjanjikan ke depan untuk ketahanan energi. Gas diproduksi di sumur sendiri, kalau di sini yang terbesar di Bojonegoro,” ujarnya.

Bimbingan Teknis ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Faiz Yahya (26), warga Desa Papringan, Jepara, mengatakan informasi mengenai jargas memberikan harapan baru bagi rumah tangga yang selama ini bergantung pada LPG.

“Jargas sangat bermanfaat, terutama untuk rumah tangga. Kalau sudah ada jargas, tidak perlu lagi membeli atau mencari LPG 3 kg di toko dan tidak perlu mengantre kalau sedang terjadi kelangkaan,” pungkasnya.

Pada kegiatan ini hadir juga narasumber dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Kementerian ESDM Mohammad Hasan Syukur.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT