Generasi muda berperan penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, mulai dari menggunakan bahan bakar minyak (BBM) secara bijak hingga menyebarkan informasi yang akurat kepada masyarakat. Pemahaman mengenai tata kelola energi diharapkan mendorong mahasiswa berkontribusi dalam mewujudkan subsidi tepat sasaran dan menjaga keberlanjutan energi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Baskara Agung Wibawa dalam kegiatan BPH Migas Goes to Campus bertajuk “Gen-Z Talks: Subsidi Tepat bagi Masyarakat yang Berhak” di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta serta Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
Mahasiswa diharapkan dapat melihat energi sebagai sumber daya strategis yang perlu dikelola secara bertanggung jawab. Kebutuhan energi nasional yang terus berkembang perlu diimbangi dengan pengelolaan sumber daya, peningkatan produksi, dan pemanfaatan energi secara bijak. “Kita perlu meluruskan terlebih dahulu pandangan kita terhadap BBM, kita ini harus bijak untuk memanage (mengelola) BBM ini,” ujarnya.
Baskara menjelaskan, Pemerintah menyediakan BBM bersubsidi dan kompensasi untuk membantu masyarakat memperoleh energi dengan harga terjangkau. Penyalurannya harus mengikuti ketentuan agar dukungan pemerintah dapat dinikmati oleh kelompok masyarakat yang berhak.

“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan BBM, sementara BBM yang diperuntukkan bagi mereka digunakan oleh pihak yang tidak berhak. Di sinilah pentingnya kita bersama-sama menjaga agar subsidi tepat sasaran,” tegasnya.
Di tengah dinamika geopolitik global dan fluktuasi harga minyak dunia, Baskara juga mengingatkan pentingnya efisiensi penggunaan energi. Menggunakan BBM sesuai kebutuhan merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan manfaat subsidi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Selain penggunaan energi, perhatian juga diberikan pada peran mahasiswa dalam menyebarkan informasi melalui media sosial. “Sebagai mahasiswa, mohon sebelum share, pastikan informasi tersebut benar atau tidak. Sehingga kita harus bijak,” pesannya.
Selain itu, jika menemukan persoalan atau dugaan penyalahgunaan, masyarakat diharapkan melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi agar informasi dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta Mohamad Irhas Effendi mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, forum ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan sivitas akademika untuk memahami secara langsung peran regulator dalam pengelolaan hilir minyak dan gas bumi.

“Ketahanan energi tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana BBM dapat didistribusikan hingga tersedia dan mudah diakses oleh masyarakat yang berhak. Kami berharap, melalui literasi energi ini, mahasiswa dan seluruh sivitas akademika UPN ‘Veteran’ Yogyakarta dapat mendukung terwujudnya aksesibilitas BBM, sekaligus membantu menyebarluaskan informasi yang benar mengenai distribusi migas di Indonesia,” ujarnya.
Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina Patra Niaga Dewi Kurnia Salwa menjelaskan, pelaksanaan penugasan pemerintah dalam distribusi BBM didukung kesiapan sumber daya manusia, organisasi, serta budaya kerja yang mengedepankan tanggung jawab dan akuntabilitas.
Sementara itu, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN Rachmat Hutama memaparkan peran subholding gas dalam mengintegrasikan pasokan dan infrastruktur gas bumi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di tengah transisi energi. Pengembangan sektor tersebut juga membuka peluang karier bagi generasi muda, mulai dari bidang teknik dan operasional hingga teknologi dan bisnis.
Mahasiswa Pelajari Distribusi BBM di SPBU
Usai mengikuti kegiatan di kampus, mahasiswa terpilih dari UPN “Veteran” Yogyakarta dan Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta mengunjungi salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Maguwo, Yogyakarta. Didampingi Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon Simanjuntak, mahasiswa mempelajari secara langsung proses distribusi BBM dan prosedur pengawasan di tingkat penyalur.

Patuan menyampaikan, kunjungan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memahami rantai distribusi BBM, mulai dari kilang dan depot hingga disalurkan kepada konsumen melalui SPBU.
“Kami ingin berbagi pengetahuan secara langsung mengenai proses bisnis distribusi BBM kepada para mahasiswa atau Gen Z di Yogyakarta. Mereka dapat melihat bagaimana proses pendistribusian BBM, mulai dari kilang ke depot, kemudian ke SPBU, hingga akhirnya sampai kepada masyarakat sebagai konsumen,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, mahasiswa mendapatkan penjelasan tahapan penerimaan BBM di SPBU, termasuk pemeriksaan volume, densitas, spesifikasi BBM, serta pengenalan fasilitas penyimpanan di tangki pendam. Prosedur tersebut menjadi bagian dari pengawasan kualitas dan kuantitas BBM sebelum disalurkan kepada masyarakat.
Salah satu mahasiswi UPN “Veteran” Yogyakarta, Merinda (21), mengatakan, kunjungan lapangan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai proses distribusi BBM dan pengawasannya. “Terkait pendistribusian BBM, saya mendapatkan pelajaran bahwa ada prosedur yang ketat dalam pengawasan BBM sebelum sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan, Rektor Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Benedictus Renny See dan Sales Branch Manager Fuel Yogyakarta I Pertamina Patra Niaga Arif Zarkhasi Widiyanto