Aktivitas distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban berlangsung normal tanpa antrean kapal. Hal tersebut terlihat dari jetty (tempat sandar kapal) yang beroperasi stabil saat Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan peninjauan lapangan.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho yang meninjau langsung kapal-kapal yang bersandar di jetty IT Tanjung Uban mengungkapkan, IT Tanjung Uban merupakan terminal strategis yang menjadi simpul distribusi BBM ke berbagai wilayah, khususnya Kepulauan Riau dan sekitarnya.
“Dari IT Tanjung Uban ini, BBM didistribusikan menggunakan kapal-kapal, dan di IT ini terdapat sekitar tujuh jetty (tempat sandar kapal) yang mampu menampung 240 kapal dalam satu bulan. Saat ini, beroperasi dalam keadaan normal, tidak ada antrian (kapal sandar),” ujar Fathul di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat, (30/01/2026).

Kelancaran proses bongkar muat hingga pengiriman BBM dari terminal ke lembaga penyalur menjadi fondasi penting bagi keterjangkauan energi masyarakat. Alur distribusi yang terjaga membuat akses BBM di SPBU tetap nyaman dan aman.
“Distribusi BBM ke terminal-terminal BBM lokal di masing-masing provinsi berlangsung dengan aman dan lancar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengakses BBM di SPBU terdekat,” imbuhnya.
Selain perannya saat ini, IT Tanjung Uban juga dinilai memiliki peluang pengembangan jangka panjang. Dengan luas lahan yang besar, terminal ini menyimpan peluang untuk memperkuat pasokan energi nasional, terutama bagi wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

“Dengan luas sekitar 240 hektar, saat ini baru termanfaatkan sekitar 40 hektar. Artinya, masih ada potensi pengembangan landbank (bank tanah) berkisar 200 hektar. Potensi ini dapat dimanfaatkan ke depannya untuk pembangunan kilang berkapasitas 200-500 ribu barrels of oil per day (BOPD). Tentunya, akan meningkatkan ketahanan energi dan swasembada energi di Indonesia,” ujarnya lebih lanjut.
Pemantauan SPBU
Pada hari yang sama, Fathul juga melakukan pemantauan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kepulauan Riau (Kepri). Hasil peninjauan menunjukkan pelayanan berjalan baik, baik dari sisi stok dan distribusi, termasuk pembelian BBM subsidi menggunakan QR Code.
“Secara umum hasil pemantauan di beberapa SPBU di Kepri, khususnya di Kabupaten Bintan ini, pelayanan baik sisi stok dan distribusi BBM berjalan lancar, dan penerapan QR Code berjalan lancar,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fathul turut mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri yang menerapkan Fuel Card sebagai instrumen pengendalian penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. “Ada salah satu inovasi digital yang sudah cukup lama dari Pemprov Kepri yaitu berupa fuel card. Ini bisa menjadi bentuk inovasi yang akan kami kaji di BPH Migas untuk pengendalian BBM bersubsidi agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang memang berhak dan membutuhkan,” tuturnya.
Sementara itu, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga (PPN) Area Sumbagut I Gusti Bagus Suteja menyampaikan kesiapan stok dan fasilitas penyaluran BBM di wilayah Kepri, termasuk menjelang Imlek dan Ramadan serta Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriyah.
“Kita memastikan bahwa stok BBM cukup tersedia. Dan kita juga memastikan kesiapan sarana fasilitas untuk menunjang kelancaran penyaluran BBM menjelang Imlek dan juga satuan tugas (satgas) RAFI yang akan kita laksanakan di bulan Februari mendatang,” pungkasnya.
Kegiatan pemantauan ini turut didampingi IT Manager Tanjung Uban Yohanes Sianturi, Sales Area Manager PPN Kepri Bagus Handoko, serta Sales Branch Manager PPN Kepri M. Nafi Alief.