Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban memperkuat perannya sebagai pusat energi (energy hub) kawasan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bahkan Asia Tenggara guna mendukung kemandirian energi nasional.
Sebagai terminal strategis yang memasok Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk wilayah Sumbagut, Sumatera Selatan hingga Kalimantan Barat, IT Tanjung Uban dinilai memiliki posisi penting dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat.
“IT Tanjung Uban saat ini menjadi energy hub di wilayah Sumbagut dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Sesuai dengan target Pemerintah yang akan menghentikan impor solar di Semester II 2026 dan impor bensin di 2027, Pertamina harus memiliki visi ke depan dengan tujuan menjadikan IT Tanjung Uban sebagai energy hub terbesar di Asia Tenggara,” ungkap Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho di Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (29/01/2026).

Menurut Fathul, potensi IT Tanjung Uban perlu diimbangi dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan agar pelayanan penyaluran BBM kepada masyarakat terus meningkat seiring dengan kebutuhan energi nasional.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi IT Tanjung Uban untuk memastikan distribusi BBM tetap on-time (tepat waktu). Di antaranya melalui perencanaan optimalisasi jetty (tempat sandar kapal) dan perlunya simulasi penambahan jumlah kapal akibat pendangkalan di TBBM penerima”, imbuhnya.
Fathul menambahkan, pengembangan jangka panjang IT Tanjung Uban tidak hanya memperkuat infrastruktur terminal, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan ketahanan stok BBM secara nasional.
“Juga dengan melihat rencana pengembangan dan potensi kerja sama dalam upaya mewujudkan kemandirian energi, sehingga pasokan BBM dapat dipenuhi dan tersalurkan kepada masyarakat,” tuturnya.
Fathul juga menekankan pentingnya kesiapan distribusi BBM oleh badan usaha jasa logistik, khususnya Elnusa Petrofin, melalui mekanisme Regular, Alternative dan Emergency (RAE), terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriyah.
“Tolong tetap dijaga keandalan penyaluran BBM, utamanya sebentar lagi kita akan menyambut momen RAFI di tengah kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi. Skenario RAE tetap diperkuat,” ucap Fathul.

Sementara itu, IT Manajer Tanjung Uban Yohanes Sianturi menyampaikan, kapasitas dan keandalan operasional terminal saat ini telah mampu mencukupi kebutuhan BBM bagi lembaga penyalur hingga ke masyarakat.
“Sebagai terminal transit utama di Sumbagut, IT Tanjung Uban memiliki kapasitas tangki yang mampu menampung BBM hingga 402.366 kiloliter (KL). Memiliki keandalan operasi tujuh jetty yang dapat mengakomodir hingga kurang lebih 7 kapal pada saat bersamaan, dan saat ini pengiriman untuk regional sisi timur Sumatera dan Kalimantan bagian barat dalam keadaan normal dan tidak terdapat antrian,” jelasnya.
Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kepulauan Riau Bagus Handoko menyampaikan, distribusi BBM dari IT Tanjung Uban berjalan dengan baik. “Untuk IT Tanjung Uban hingga saat ini, tidak ada kendala dan permasalahan yang berarti” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Operasi Pertamina Energi Terminal Rangga Raditya, Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut I Gusti Bagus Suteja, dan Terdy Supit General Manager Elnusa Petrofin.