BPH Migas Pantau Langsung Simpul Utama Distribusi BBM Wilayah Jawa Timur Hingga Pelabuhan Ketapang

Menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas meninjau langsung simpul utama distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Timur. Pemantauan dilakukan di Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda, Surabaya hingga Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Selain itu monitoring Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga dilakukan di sepanjang ruas tol dan non-tol di wilayah Pasuruan, Jember, dan Situbondo, serta Integrated Terminal Tanjung Wangi di Banyuwangi.

Wahyudi mengatakan, pemantauan BPH Migas di wilayah Jawa Timur dimulai dari AFT Juanda pada Rabu (11/3/2026) lalu. Berdasarkan hasil peninjauan, stok avtur dinilai memadai untuk mendukung aktivitas penerbangan selama periode mudik. Potensi peningkatan konsumsi avtur juga telah diantisipasi oleh Badan Usaha Penugasan.

“Kami melakukan monitoring persiapan arus mudik Lebaran 1447 H. Mulai dari AFT Juanda, di mana BPH Migas telah memastikan stok avtur di AFT Juanda sampai 24 hari, sehingga cukup aman dan lancar. Ada potensi lonjakan konsumsi avtur sekitar 2-4 persen yang telah diantisipasi oleh Pertamina Group untuk penyediaannya,” ujarnya.

Pemantauan kemudian dilanjutkan ke salah satu SPBU di rest area ruas Tol Pasuruan pada Jumat (13/3/2026). Di lokasi tersebut, konsumsi Biosolar tercatat meningkat jelang pembatasan operasional kendaraan angkutan barang nonsembako menjelang Lebaran.

“Terjadi peningkatan konsumsi Biosolar kurang lebih sekitar 20 persen, karena mulai H-7 kendaraan angkutan barang nonsembako tidak diizinkan melakukan kegiatan pengangkutan di jalan tol maupun jalan lintas kota dan kabupaten. Untuk Pertalite tidak ada peningkatan yang signifikan,” jelasnya.

Selanjutnya, pada hari Jumat (13/3/2026), BPH Migas juga menggelar bimbingan teknis penerbitan Surat Rekomendasi (Surkom) pembelian Jenis BBM Tertentu (JBT) Biosolar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite. Wahyudi mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jember yang telah menjalankan regulasi penerbitan Surat Rekomendasi bagi konsumen pengguna, mulai dari sektor usaha mikro, perikanan, pertanian, hingga transportasi dan pelayanan umum.

Masih di Jember, BPH Migas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu SPBU yang berlokasi di jalur alternatif pada Sabtu (14/3/2026). Dari hasil pemeriksaan ditemukan potensi penyalahgunaan BBM subsidi sehingga dilakukan penyegelan terhadap SPBU tersebut. Saat ini proses penyelidikan telah dilakukan oleh Aparat Penegak Hukum.

Wahyudi memastikan pasokan BBM di wilayah sekitar tetap terjaga. Alokasi pasokan BBM dari SPBU yang disegel akan dialihkan ke SPBU terdekat agar masyarakat tetap memperoleh BBM tanpa hambatan. “BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga akan melakukan realokasi kuota untuk JBT dan JBKP kepada SPBU sekitarnya,” kata Wahyudi.

Pada hari Minggu (15/3/2026), Wahyudi meninjau Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi. Dari hasil pemantauan, stok BBM berada pada kisaran lebih dari 30 hari dengan distribusi yang dioptimalkan melalui mobil tangki ke berbagai wilayah. “Pertamina Patra Niaga wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) juga menyiapkan 17 mobil kantong. Untuk jalur Pantura sendiri sudah disiapkan lima titik mobil kantong di sepanjang Banyuwangi hingga Surabaya,” ujarnya.

Menurut Wahyudi, kesiapsiagaan tersebut dilakukan agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H memperoleh layanan BBM dengan aman dan lancar. “Sehingga masyarakat tidak perlu panik atas ketersediaan BBM di wilayah Jatimbalinus,” tuturnya seraya mengapresiasi Pertamina Patra Niaga dalam menyiapkan stok dan distribusi BBM periode Ramadan dan Idulftiri dengan baik.

Selama kunjungan di Jawa Timur, Wahyudi juga mengunjungi sejumlah SPBU di wilayah Pasuruan dan Situbondo. Ia tampak mengecek sarana, fasilitas, stok BBM yang tersedia di SPBU, serta memeriksa kesesuaian barcode dengan plat nomor dan jenis kendaraan agar pelayanan kepada masyarakat dapat optimal selama arus mudik dan arus balik.

Penyediaan BBM Transportasi Laut

Pemantauan pasokan dan distribusi BBM juga dilakukan di Pelabuhan Ketapang yang melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Wahyudi mengutarakan, Pemerintah telah menyediakan pasokan BBM untuk transportasi laut dengan baik, mengingat menjelang Hari Raya Idulfitri animo masyarakat untuk mudik ke wilayah Bali dan Nusa Tenggara cukup besar.

“Stok BBM untuk pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) sudah diprioritaskan oleh Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, termasuk persiapan mobil tangki dedicated (dikhususkan) untuk top up (menambah) stok di ASDP,” ucapnya.

Wahyudi juga menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga yang telah siap siaga mengamankan pasokan dan distribusi BBM periode Ramadan – Idulfitri 1447 H serta Hari Raya Nyepi tahun 2026. Satuan Tugas (Satgas) Ramadan Idulftri PT Pertamina (Persero) yang berjalan sejak 9 Maret 2026 hingga 1 April 2026 mendatang dinilai telah melakukan penguatan stok, penyiapan jalur distribusi serta sarana dan prasarana bagi masyarakat yang akan menyambut Hari Raya bersama keluarga.

“Kelancaran pasokan dan distribusi BBM Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi tahun 2026 sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Keandalan pasokan BBM ini diapresiasi oleh Direktur SDM dan Layanan Korporasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ardhi Ekapaty. Ucapan terima kasih disampaikan kepada BPH Migas atas pengaturan kuota yang diberikan untuk transportasi khusus kapal.

“Kondisi sampai dengan saat ini, kendaraan baik dari Gilimanuk maupun dari Ketapang sudah mengalami peningkatan. Sampai sejauh ini, so far so good (berjalan dengan baik) dan untuk kebutuhan BBM terpenuhi,” pungkasnya.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Iwan Yudha Wibawa menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan penguatan stok energi serta berbagai langkah antisipasi selama Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri berjalan, termasuk layanan kepada ASDP. Potensi yang perlu diantisipasi adalah antrean di area penyeberangan sehingga dibutuhkan dukungan marshal (pengatur jalur antrean) agar distribusi BBM tetap berjalan lancar.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT