Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) siap mengawal dan mengamankan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, listrik dan antisipasi kebencanaan geologi pada periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Secara umum, ketersediaan energi dalam kondisi aman dan juga dilakukan antisipasi di daerah rawan kemacetan, rawan pasokan dan bencana alam, jalur lintas utama atau jalur logistik, area wisata, serta monitoring obyek vital nasional (Obvitnas).
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika ketika membuka Rapat Persiapan Pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026, menekankan perlunya kerja sama antar pemangku kepentingan untuk mencapai efektivitas kerja.
“Kita dikumpulkan dalam satu Posko ini, diminta untuk bekerja bergandengan tangan, bukan berjalan sendiri-sendiri. Kalau masing-masing sekadar menjalankan fungsi seperti yang sudah dimandatkan selama ini sudah bisa berjalan. Tetapi dalam situasi di mana ada pergerakan masif pada Natal, Tahun Baru semacam ini dan nanti masih ada momen berikutnya seperti Hari Ramadan, kemudian Lebaran maka konsolidasi di antara pemangku kepentingan tadi itu menjadi keniscayaan, tanpa itu sulit efektivitas kerja itu bisa dicapai,” ujarnya di kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), di Jakarta, Senin (15/12/2025).
Lebih lanjut Erani menyampaikan, berdasarkan data, kondisi pasokan energi selama Nataru dalam keadaan aman. Meski demikian, semua pihak harus memiliki kewaspadaan, sehingga tidak terjadi perbedaan data antara di atas kertas dan di lapangan.
Ditekankan pula pentingnya membantu aksesibilitas bagi masyarakat yang dari sisi geografis tidak sebaik warga di kawasan perkotaan maupun daerah yang tidak terkena bencana. “Isu mengenai aksesibilitas itu juga menjadi penting, pasokannya ada tapi kalau aksesibilitasnya tidak merata itu juga menimbulkan persoalan,” tegasnya seraya menambahkan perlunya mutu layanan yang baik.
Periode Nataru 2025/2026 ini, BPH Migas kembali ditunjuk memimpin Posko Nasional Sektor ESDM Dalam Rangka Koordinasi Pengawasan, Penyediaan, dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak, Gas, Listrik Serta Antisipasi dan Mitigasi Bencana Geologi Untuk Mengamankan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun baru 2026.

Ketua Tim Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026 Erika Retnowati mengungkapkan, masa kerja posko terhitung mulai tanggal 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 yang bertempat di Kantor BPH Migas, Jakarta. Dalam pelaksanaan tugas harian, Ketua Posko dibantu oleh Direktur Bahan Bakar Minyak (BBM) BPH Migas selaku Penanggung Jawab Harian, serta petugas posko harian yang berasal dari unit-unit di lingkungan Kementerian ESDM, serta badan usaha.
Posko Nasional Sektor ESDM juga bersinergi dengan stakeholder baik Kementerian Perhubungan, Badan Pengelola Jalan Tol, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika, Polri, maupun Badan Usaha agar pelaksanaan posko berjalan dengan lancar dan diharapkan hal-hal yang menjadi hambatan maupun kendala, dapat diantisipasi di awal dan teratasi dengan lebih sigap.
“Mudah-mudahan Natal dan Tahun Baru kali ini juga bisa berlangsung dengan aman seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan untuk daerah yang terkena bencana kemarin, tentu saja kami bersama dengan Pertamina, bersama dengan PLN berusaha sekuat mungkin untuk bisa segera melakukan pemulihan di sana. Teman-teman dari Pertamina dan PLN bekerja 24 jam untuk bisa segera melayani masyarakat,” harapnya.
Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Posko Nasional Sektor ESDM, selama periode Posko Nataru, BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 125 Terminal BBM, 7.885 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Fasilitas tambahan juga disiagakan di wilayah-wilayah dengan demand tinggi.
“Secara umum, kondisi ketahanan stok BBM aman, baik Gasoline, Gasoil, Kerosene maupun Avtur, dengan ketahanan stok dijaga pada kisaran 17-23 hari, atau rata-rata sekitar 20 hari,” jelasnya.
Proyeksi kenaikan demand Gasoline selama periode posko meningkat sekitar 3,2% dibandingkan realisasi normal, dengan rincian: Pertalite 1,3%, Pertamax 9,6, Pertamax Green 4,2% dan Turbo 9,8%. Proyeksi penurunan demand, Gasoil turun 7,6% dibandingkan realisasi normal di mana Solar turun 8,1%, Dexlite naik 0,2%, Pertamina Dex Turun 1,8%.
Proyeksi penyaluran Liquefied Petroleum Gas (LPG) selama periode posko diprediksikan mengalami kenaikan sekitar 7,2% jika dibandingkan dengan rerata penyaluran normal. Demand Avtur naik 5,2% dibandingkan realisasi normal, serta Kerosene naik 4,3% jika dibandingkan realisasi normal.

Kementerian ESDM, melalui Direktorat Jenderal Migas dan Pertamina menyiagakan 40 Terminal LPG, 736 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SP(P)BE) dan 6.634 Agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional dalam kondisi aman, dengan coverage days kisaran 12 hari. Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil selama periode Nataru, serta disiapkan Agen dan Pangkalan LPG Siaga 24 jam khusus wilayah dengan demand tinggi.
“Sementara penyaluran gas bumi kepada 3.334 pelanggan komersial dan industri, 2.845 pelanggan kecil, lebih dari 817.000 pelanggan rumah tangga (jargas) dan pembangkit listrik yang melalui lebih dari 34.000 km jaringan pipa gas, 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) & Mobile Refueling Unit (MRU) dan 3 Liquefied Natural Gas (LNG) Terminal yang tersebar di 18 provinsi dan 74 kabupaten/kota, dalam kondisi aman. Diprediksi akan terjadi penurunan volume niaga sebesar 5,4% dibandingkan dengan realisasi Nataru 2024,” lanjutnya.
Di samping itu, Kondisi kelistrikan sistem Nasional selama periode siaga Nataru diproyeksikan aman, dengan Beban Puncak sebesar 46.808 MW, Daya Mampu Pasok sebesar 53.930 MW, sehingga terdapat cadangan total sebesar 7.122 MW (15,2%).
Telah dibentuk juga Tim Tanggap Darurat Bencana Geologi yang akan merespon dengan cepat setiap bencana yang terjadi dan siaga dalam waktu 24 jam, dan meningkatkan pemantauan gunung api secara cermat di beberapa gunung api aktif.
“Melalui semangat kolaborasi dan sinergitas antar Instansi, diharapkan Posko Nasional Sektor ESDM ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia dapat merayakan Hari Raya Natal dan Tahun Baru dengan suka cita,” pungkas Erika
Turut hadir dalam acara ini, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, Bambang Hermanto, Baskara Agung Wibawa, Eman Salman Arief, Fathul Nugroho, Harya Adityawarman, dan Hasbi Anshory.
Selain itu, hadir juga Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM Rilke Jeffri Huwae, Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S., Direktur BBM BPH Migas Soerjaningsih, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM M. Rizwi Jilanisaf Hisjam, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Teknologi Hilir Migas Abdul Halim, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Jaffee Arizon Suardin, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo, Badan usaha hilir migas, serta pihak terkait lainnya.