Puncak arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) diperkirakan terjadi pada tanggal 4-5 Januari 2026. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), baik untuk sektor transportasi darat, laut maupun udara di Bali, dalam kondisi lancar dan aman.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho memaparkan, sejak tanggal 1-3 Januari 2026, BPH Migas melakukan pengecekan langsung ke sejumlah fasilitas strategis BBM, seperti Fuel Terminal (FT) Sanggaran, Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, serta sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar, Seminyak, Nusa Dua, serta Tanjung Benoa, Provinsi Bali.
“Bali mendapat perhatian khusus karena merupakan salah satu daerah destinasi wisata utama di Indonesia. Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan di provinsi ini, pasokan BBM dalam kondisi aman dan lancar baik untuk sektor transportasi darat, laut dan udara. Tidak ada antrian sama sekali, distribusi BBM di Provinsi Bali terpantau normal,” ungkap Fathul, Sabtu (3/1/2026).
Fathul menjelaskan, stok BBM di FT Sanggaran juga dalam kondisi aman. Selama Posko Nataru 2025/2026, kenaikan permintaan diperkirakan sebesar 8% dibandingkan hari biasa. “Fasilitas ini berkapasitas 20 ribu kiloliter (KL) dan stoknya terpantau aman untuk menyuplai kebutuhan BBM di sekitaran kota Denpasar dan juga ke daerah bagian barat dan bagian timur Bali,” paparnya.
Sementara untuk sektor transportasi udara, kondisi pasokan Avtur di AFT Ngurah Rai juga lancar dan terjaga dengan kenaikan kebutuhan mencapai 26%. Keandalan ini diharapkan berlanjut hingga Ramadan dan Idul Fitri 2026 mendatang. Aviation Fuel Terminal Ngurah Rai berkapasitas sekitar 24 ribu KL dan istimewanya, juga menyediakan Green Avtur yang diproduksi di Kilang Cilacap dan Balikpapan.

“AFT Ngurah Rai juga menyediakan Green Avtur yang merupakan produksi dari kilang dalam negeri. Kami sangat mengapresiasi hal ini dan mudah-mudahan ke depan Indonesia tidak sekedar bermimpi untuk memberikan atau menghasilkan Avtur yang berkualitas tinggi untuk maskapai-maskapai tidak hanya domestik, tetapi juga untuk maskapai internasional,” ungkap Fathul.
Selain kualitas, Green Avtur ini juga diharapkan dapat bersaing dari sisi harga sehingga Indonesia nantinya dapat menjadi pusat bagi penerbangan internasional. “Semoga Indonesia dapat menjadi Hub bagi penerbangan internasional, baik dari Australia, Selandia Baru yang mengarah ke utara, baik ke Amerika maupun ke wilayah Eropa, dan juga sebaliknya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota BPH Migas Baskara Agung Wibawa menambahkan, dalam kunjungan ke SPBU, BPH Migas melakukan pengecekan kualitas BBM, memastikan produk BBM yang beredar wajib sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan hasil uji petik, kualitas BBM baik di dispenser maupun di tangki memenuhi aturan, termasuk tidak terdapat kandungan air.
“BPH Migas juga telah melakukan uji sampling ke beberapa SPBU dan semuanya tidak ditemukan hal-hal yang mengkhawatirkan. Sehingga masyarakat bisa menikmati libur Nataru dengan baik karena BBM di Bali aman,” katanya.
Sales Area Manager Retail Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Patra Niaga Endo Eko Satryo mengatakan, di beberapa lokasi yang menjadi tujuan wisata, Pertamina menyediakan mobile storage dan motoris untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang terjebak kemacetan.
Turut mendampingi dalam monitoring, FT Manager PT Pertamina Patra Niaga Sanggaran Muhammad Riduansyah dan AFT Manager Ngurah Rai I Komang Susila Gosa.