Pantau Kilang Balongan, Pasokan BBM dan LPG Jelang Hari Raya Idulfitri Dipastikan Cukup

Pemerintah terus memastikan kecukupan pasokan energi periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriyah. Pemantauan dilakukan terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), serta pasokan listrik agar tetap terjaga selama masa mudik dan perayaan hari raya.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang juga Ketua Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Erika Retnowati menyampaikan Kilang Balongan memiliki peran strategis dalam menyuplai berbagai produk BBM dan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Barat hingga Daerah Khusus Jakarta.

“Pemerintah terus-menerus memastikan pasokan energi agar memadai dan andal pada saat Idul Fitri 2026,” ujarnya saat mengunjungi Refinery Unit VI Balongan milik Pertamina di Kabupaten Indramayu, Kamis (12/3/2026).

Erika menambahkan, pemerintah bersama badan usaha juga terus meningkatkan cadangan BBM untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama masa mudik dan libur hari raya.

“Demikian juga dengan pasokan BBM. Cadangan BBM terus ditingkatkan oleh pemerintah dan juga dengan badan usaha penugasan. Posisi per hari ini untuk cadangan bensin itu mencapai 25 hari, dan bahkan untuk produk-produk tertentu seperti Pertadex itu, cadangannya mencapai 45 hari, dan untuk Avtur yang dibutuhkan oleh masyarakat mencapai 37 hari,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, Erika menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama periode mudik dan perayaan Idulfitri. Pemerintah terus memastikan distribusi energi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara aman dan andal.

Lebih lanjut, Erika menjelaskan bahwa sistem ketenagalistrikan nasional memiliki cadangan daya yang cukup besar untuk mengantisipasi kebutuhan listrik selama Idulfitri. Kondisi tersebut menunjukkan sistem kelistrikan nasional berada dalam posisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Untuk pasokan listrik, pada saat Idul Fitri nanti diperkirakan beban puncaknya akan mencapai 31.000 MW, sedangkan daya mampu pasoknya adalah 51.000 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 16.000 MW, dan itu adalah 48% dari keseluruhan pasokan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman juga menjelaskan bahwa kondisi pemenuhan kebutuhan energi, baik BBM, LPG, maupun minyak mentah (crude oil), pada periode RAFI berjalan baik dan berada dalam kondisi aman.

“Baik itu untuk crude oil (minyak mentah), kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini. Dan juga kita melakukan suatu inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno, serta Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT