BPH Migas Ajak Mahasiswa Riau Jadi Penjaga Literasi Energi

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengajak mahasiswa Universitas Riau memperkuat literasi energi agar dapat memahami tata kelola hilir migas, mengawal penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, serta menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat. Pemahaman yang utuh diperlukan agar mahasiswa tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar sekaligus turut menjaga hak masyarakat yang berhak menikmati subsidi energi.

“Pada era digital ini, durasi 15 detik di media sosial kerap lebih dipercaya ketimbang ratusan jam perkuliahan di ruang kelas. Oleh karena itu, BPH Migas memandang perlu mahasiswa memahami secara utuh mengenai tata kelola hilir migas secara lebih komprehensif agar tidak mudah terpancing isu-isu liar,” ungkap Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono pada acara BPH Migas Goes To Campus di Universitas Riau, Pekanbaru, Riau, Rabu (30/9/2026).

Pemahaman mengenai proses, aturan, dan dinamika penyaluran energi akan membentuk cara pandang kritis mahasiswa. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memilah informasi dan tidak mudah terpengaruh narasi yang tidak bertanggung jawab.

“Mudah-mudahan usaha kami (BPH Migas) ini bisa dipahami dengan baik, mencerdaskan, mencerahkan, dan juga menginspirasi para mahasiswa bahwa literasi itu sangat penting. Kecerdasan literasi sangat penting untuk bisa menghadapi tantangan bangsa ke depan,” katanya.

Arief menambahkan, BPH Migas memiliki tugas mengawasi ketersediaan dan distribusi BBM serta pengangkutan gas bumi melalui pipa di seluruh Indonesia. Pengawasan tersebut menghadapi tantangan berupa kompleksitas rantai pasok energi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari pemenuhan kebutuhan hingga penyaluran kepada konsumen.

“Untuk memastikan BBM sampai ke masyarakat, supply chain (rantai pasok) sangat kompleks. Banyak pihak terlibat dan prosesnya berjalan tanpa henti setiap harinya. Oleh karena itu, BPH Migas terus mengawasi agar alokasi subsidi BBM benar-benar diterima oleh segmen masyarakat yang berhak seperti transportasi darat dan air, petani, nelayan, layanan umum dan usaha mikro,” jelasnya.

Salah satu upaya memperkuat pengawasan dilakukan melalui penerbitan Surat Rekomendasi bagi konsumen pengguna BBM tertentu melalui aplikasi XStar. Mekanisme ini menjadi bagian dari pengawasan penyaluran BBM bersubsidi sekaligus mencegah penyalahgunaan di lapangan.

Selain BBM, Arief juga mengajak mahasiswa memahami potensi pemanfaatan gas bumi sebagai energi yang efisien dan lebih ramah lingkungan. Infrastruktur pipa gas di wilayah barat Indonesia telah menghubungkan Jawa dan Sumatera. Pembangunan pipa transmisi ruas Dumai-Sei Mangkei (Dusem) juga diarahkan untuk mengintegrasikan jaringan gas di wilayah tengah hingga utara Sumatera.

“Khusus untuk Pekanbaru, program jaringan gas rumah tangga (jargas) telah dinikmati oleh puluhan ribu rumah tangga sebagai alternatif memasak yang aman dan ekonomis. BPH Migas bertugas menetapkan tarif penetapan harga jargas agar tetap terjangkau oleh masyarakat,” tambahnya.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Universitas Riau Sofyan Husein Siregar menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut dia, migas berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat sehingga mahasiswa perlu memahami bagaimana energi disediakan, didistribusikan, dan diawasi.

Kedekatan mahasiswa dengan teknologi dan media digital juga menjadi peluang untuk memperluas penyebaran informasi yang benar. Mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi penerima informasi, tetapi turut berperan sebagai penyampai pengetahuan kepada masyarakat. “Kami berharap mahasiswa tidak hanya menerima informasi, tetapi membagikan informasi yang benar dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, VP Retail Fuel Sales Pertamina Patra Niaga Windrian Kurniawan menyampaikan bahwa digitalisasi terus diperkuat untuk mendukung penyaluran BBM bersubsidi kepada masyarakat yang berhak. Salah satu langkahnya melalui pembersihan dan validasi data konsumen yang terdaftar sebagai pengguna BBM bersubsidi.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Penunjang Bisnis PGN Rachmat Hutama menjelaskan, bahwa peluang karier di sektor hilir migas tidak terbatas bagi lulusan bidang teknik. Kebutuhan tenaga profesional juga terbuka di bidang bisnis dan keuangan, digital dan teknologi, manajemen sumber daya manusia, pengelolaan pemangku kepentingan, keselamatan, hingga keberlanjutan.

Mahasiswa Belajar Langsung di SPBU

Rangkaian BPH Migas Goes To Campus dilanjutkan dengan kunjungan mahasiswa terpilih ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Melalui kegiatan ini, mahasiswa melihat langsung operasional pengisian BBM, mekanisme pengawasan digital, hingga peragaan kerja operator.

Daniel Simbolon (22), mahasiswa Fakultas Pertanian mengaku memperoleh wawasan teknis mengenai sensor otomasi SPBU dan mekanisme pengurusan Surat Rekomendasi BBM bersubsidi. “Lewat kunjungan ini, saya memahami bagaimana sistem sensor di pompa bekerja dan bagaimana alur pengurusan rekomendasi BBM bersubsidi bagi nelayan dan petani melalui dinas terkait di daerah. Ini pengalaman yang sangat berguna,” ungkap Daniel.

Mahasiswa lainnya, Sofia (20), yang berasal dari jurusan Administrasi Publik mengapresiasi penyampaian materi yang dinilai mudah dipahami. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengedukasi lingkungan sekitar mengenai pemanfaatan energi secara bertanggung jawab.

“Acara ini memberikan ruang bagi kami untuk belajar dan tumbuh. Informasi langsung dari pemateri hebat ini menjadi modal bagi kami untuk membantu mengedukasi lingkungan sekitar agar masyarakat lebih paham mengenai penggunaan energi bersubsidi yang bertanggung jawab,” pungkasnya.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT