Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mengawal pemulihan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Aceh pasca bencana banjir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stok aman dan penyaluran energi menjangkau wilayah terdampak bencana. Pemerintah Pusat terus bekerja keras dan hadir langsung untuk memulihkan kondisi Aceh sebagaimana instruksi Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menyampaikan distribusi BBM di jalur utama Aceh berjalan lancar, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) senantiasa menjaga agar penyaluran berjalan dengan baik.
“Kami mengapresiasi Pertamina Patra Niaga dengan melakukan skema Reguler, Alternatif, dan Emergency (RAE), dengan membangun Depo sementara untuk menyuplai BBM ke Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Gayo Lues yang terdampak bencana. Memastikan Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat,” ujarnya di sela-sela kunjungan lapangan di Fuel Terminal (FT) Krueng Raya, Aceh Besar, Aceh, Selasa (16/12/2025).
Fathul menjelaskan, dalam pelaksanaannya sempat terjadi keterlambatan pengiriman Pertamax akibat adanya kendala pada kapal. Untuk mengatasi kondisi tersebut, PPN menerapkan skema pengiriman alternatif dari Fuel Terminal Meulaboh.
“PPN memastikan suplai BBM menuju lokasi bencana dan suplai BBM di daerah sekitar bencana dapat tersalurkan dengan tepat dan cepat. Selain itu, akan ada pengiriman Pertamax dari Teluk Kabung 2.400 kiloliter via Kapal Kamujang pada Kamis, 18 Desember 2025,” tambahnya.

Langkah-langkah tersebut merupakan upaya untuk menjaga kesinambungan pasokan BBM di wilayah terdampak, sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan kebutuhan di daerah sekitar bencana.
“Termasuk, ada penambahan ketersediaan armada Mobil Tangki oleh Elnusa Petrofin yang dikirimkan dari Lhoksumawe dan Jakarta. Ini sangat membantu pendistribusian BBM di lapangan” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Executive General Manager Marketing Operation Region I Pertamina Patra Niaga Sunardi mengatakan, pengiriman BBM terus dilakukan agar kebutuhan BBM masyarakat di wilayah terdampak pascabencana tetap terpenuhi.
“Suplai BBM untuk daerah bencana tetap kami upayakan, meski terkendala jalur pendistribusian yang terganggu. Kami tetap melakukan penyaluran dengan menggunakan truk yang membawa Intermediate Bulk Container (IBC) dengan kapasitas 1.000 liter,” pungkasnya.
Turut hadir dalam pemantauan lapangan ini Fuel Terminal Manager Krueng Raya Danang Agung Saputra dan Sales Area Manager Aceh Pertamina Patra Niaga Misbah Bukhori.