Seiring meningkatnya kebutuhan energi sektor transportasi publik periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), tepat pada perayaan Natal 2025 Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meninjau langsung stok dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk layanan angkutan darat kereta api milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Surabaya, Jawa Timur.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, kegiatan ini dilakukan bersama KAI untuk menjaga kelancaran layanan perjalanan kereta api selama periode Nataru. Hasil pemantauan menunjukkan kondisi stok BBM untuk layanan kereta api berada dalam keadaan mencukupi hingga akhir tahun.
“Dari kunjungan dan monitoring layanan publik khusus angkutan darat kereta api milik KAI, Alhamdulillah persiapan BBM subsidi Bio Solar untuk layanan KAI posisinya 95% dari total kuota. Sehingga nanti, untuk mendukung sampai dengan akhir tahun, kita masih memiliki stok BBM sekitar 5%. InsyaAllah cukup,” ujarnya di Kantor KAI Daerah Operasi 8 Surabaya, Kamis (25/12/2025).
Menurut Wahyudi, angkutan kereta api turut berperan dalam mendukung kebijakan Pemerintah terkait pengelolaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Artinya, penggunaan fasilitas angkutan darat untuk masyarakat di perkeretaapian ini sangat optimal dan mendukung program pemerintah agar supaya hemat BBM, energi, dan pemanfaatan energi ramah lingkungan,” imbuhnya.
Dalam kunjungan ini, Wahyudi tampak menyapa sekaligus memberikan bingkisan natal dan tahun baru kepada sejumlah penumpang KA Sancaka yang akan berangkat menuju Yogyakarta.

Pemanfaatan BBM subsidi diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru.
Pertamina Patra Niaga (PPN) sebagai Badan Usaha Penugasan juga telah melakukan penambahan stok BBM di depo-depo KAI untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama Nataru. “PPN sudah melakukan build-up stock BBM Bio Solar kepada depo-depo KAI di seluruh wilayah sejak 10 hari sebelum perayaan Natal, agar tidak terjadi gangguan layanan darat kereta api untuk masyarakat,” terangnya.
Dalam peninjauan di Depo Pengisian BBM dan Pengecekan Lokomotif Sidotopo, Surabaya, tercatat adanya penambahan jumlah lokomotif yang beroperasi selama periode Nataru, dari 54 unit pada hari biasa menjadi 62 unit.
“Kaitannya dengan stok BBM, rata-rata penggunaannya kurang lebih 55 kiloliter (KL) per hari dan terjadi peningkatan menjadi 65 KL per hari. Kita pastikan, Alhamdulillah suplai BBM dari PPN juga ditingkatkan untuk menjaga stok BBM yang ada di depo lokomotif,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menyampaikan apresiasi atas komitmen PT KAI dalam terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Upaya yang telah dilakukan PT KAI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan andal.
“Peningkatan kualitas pelayanan KAI sudah luar biasa. Dari sisi kepercayaan, keselamatan, dan kenyamanan. Oleh karena itu, tentu kita harus mendukung upaya-upaya yang dilakukan KAI dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.
Selain sektor perkeretaapian, BPH Migas juga memantau sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Surabaya dan Sidoarjo, termasuk di rest area jalur Surabaya-Malang, untuk melihat konsumsi serta kualitas BBM yang disalurkan kepada masyarakat.
“Kita melakukan monitoring, konsumsi BBM di wilayah tol arah Kota Malang ini mengalami peningkatan. Untuk produk Pertalite mengalami kenaikan 30% dari rerata harian, juga Pertamax mengalami lonjakan sampai 4,5 KL,” jelasnya.
Tampak Wahyudi berdiskusi dengan pengelola dan operator SPBU. Ia meminta seluruh pengelola SPBU berkomitmen dalam melayani penyaluran BBM subsidi dan kompensasi sesuai regulasi yang berlaku, agar semakin tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak.
Rangkaian kunjungan ini turut didampingi Direktur Operasi KAI Awan Hermawan Purwadinata, Manajer Sarana KAI DAOP 8 Surabaya M. Maruchan, dan Sales Area Manager PPN Area Surabaya Jalu Tarwoco.