Jelang puncak Libur Nataru, BPH Migas Pantau Kesiapan pasokan Energi di Sorong

Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan selama periode Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, kebutuhan energi juga ikut bertambah, terutama untuk transportasi dan aktivitas masyarakat. Sebagai upaya memastikan perjalanan dan aktivitas masyarakat berjalan aman serta nyaman, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan langsung kesiapan pasokan energi di Kota Sorong, Papua Barat Daya.

Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa menyampaikan, pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis, antara lain Fuel Terminal (FT) Sorong, Aviation Fuel Terminal (AFT) Domine Eduard Osok (DEO), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pangkalan minyak tanah, serta Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 3 Sorong, pada Senin-Selasa (22-23/12/2025).

“BPH Migas telah memastikan bahwa cadangan BBM yang ada di Sorong ini mencukupi. Secara hitung-hitungannya, semuanya cukup dan semoga pelaksanaan Nataru di Sorong dan sekitarnya berjalan lancar,” terangnya.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama Nataru, konsumsi energi juga mengalami kenaikan. Menurut Baskara, kondisi tersebut telah diantisipasi melalui penambahan stok BBM, Liquefied Petroleum Gas (LPG), minyak tanah, dan listrik, serta pengawasan pasokan harian agar kebutuhan energi masyarakat tetap terlayani.

Baskara juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait stok energi selama Nataru ini. Beli dan gunakan BBM secara bijak,” katanya.

Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono menambahkan, Sorong memiliki peran strategis menuju destinasi wisata alam unggulan Indonesia. Ketersediaan energi menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas wisatawan.

“Sorong merupakan pintu gerbang menuju kawasan wisata Raja Ampat. Kami ingin memastikan pasokan energi di daerah wisata ini dapat tersedia dengan baik. Faktor cuaca di Sorong yang kerap berubah-ubah harus diantisipasi agar tidak menganggu penyediaan dan penyaluran BBM,” ujarnya.

Hasil pemantauan lapangan menunjukkan bahwa jelang Nataru konsumsi Avtur meningkat lebih dari 20 persen, mencerminkan tingginya minat wisatawan berkunjung ke Sorong.

“Bahan bakar Avtur tersedia aman. InsyaAllah energi mengalir dengan baik agar dapat mengantarkan wisatawan ke daerah tujuan wisata seperti Raja Ampat ini dan dapat menikmati liburan dengan gembira dan tenang,” ujarnya seraya mengungkapkan apresiasi atas sinergi yang dilakukan pemerintah daerah serta Badan Usaha guna memastikan Nataru berjalan lancar.

Turut mendampingi dalam pemantauan ini, FT Manager Sorong Rachmad Kuncoro utomo, Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Papua Barat Arif Rohman Khakim, Aviation Fuel Terminal Manager DEO Sorong Joni Herawan, dan Manager Unit Bisnis Pembangkitan Papua dan Maluku PLN Indonesia Power Adnan Widyantara.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT