Menjelang Ramadan – Idulfitri 1447 H, ketahanan energi khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi perhatian dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/2/2026).
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menjelaskan, pembahasan difokuskan pada ketersediaan stok BBM nasional dan kelancaran distribusi BBM subsidi di wilayah terdampak bencana.

Berdasarkan pemantauan BPH Migas, stok BBM nasional berada di atas batas minimum coverage days (CD) yang telah ditetapkan bersama, yaitu untuk bensin (gasoil) di atas 25 hari dan untuk solar (gasoline) di atas 15 hari. Kondisi tersebut memadai dalam menyambut kebutuhan BBM periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H mendatang.
“Alhamdulillah cukup bagus posisinya. Kemudian, Avtur dengan coverage days 29,9 hari dan kerosin 20,1 hari. Artinya stok ini cukup aman untuk menyongsong kegiatan Hari Raya Idulfitri dan Ramadan yang akan kita jalankan bersama,” terang Wahyudi.
Lebih lanjut Wahyudi menyampaikan stok BBM subsidi dan kompensasi untuk kendaraan berat di lokasi bencana Pulau Sumatera dan kebutuhan energi di hunian sementara (Huntara) telah tersedia dalam jumlah memadai. BPH Migas dan Badan Usaha Penugasan terus bersinergi untuk menopang stabilitas masyarakat dengan ketersediaan BBM di tengah masa pemulihan.
“BPH Migas memastikan distribusi BBM subsidi dan kompensasi negara di wilayah bencana Sumatra telah terpenuhi dengan baik. Pasokan ini sangat krusial untuk mendukung mobilitas alat berat, operasional posko, hingga penyediaan energi di hunian sementara. Kami bersama PPN (Pertamina Patra Niaga) berkomitmen menjaga kelancaran distribusi ini agar pemulihan kegiatan masyarakat di wilayah bencana dapat berjalan maksimal,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa mengungkapkan, sinergi penanganan bencana di Sumatra mendapat respon positif Komisi XII DPR RI. Dalam diskusi bersama tersebut, pemulihan sektor energi berjalan progresif.
“Alhamdulillah, penanganan bencana oleh Pertamina Patra Niaga di Sumatera diapresiasi oleh Komisi XII DPR RI,” ujarnya.

Baskara menambahkan, agenda ini juga memastikan kesiapan energi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. PPN dan PLN telah memaparkan kesiapan mereka secara menyeluruh. “Sehingga kami optimis pasokan listrik dan BBM untuk masyarakat akan terjaga dengan baik” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi menilai kunjungan ini menjadi momentum strategis kolaborasi lintas instansi dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi.

“Beberapa hari ke depan kita tahu bahwa kita umat Muslim akan menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Di tengah kepahitan atau bencana yang melanda saudara-saudara kita, saya berharap PLN dan Pertamina bisa membantu meringankan beban atau memberikan kebahagiaan dengan memastikan pasokan listrik maupun BBM tetap terkendali dan tercukupi,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi XII DPR RI Aqib Ardiyansyah, Ade Jona Prasetyo, Ateng Sutisna, Irsan Sosiawan, dan Ratna Juwita Sari serta Direktur Pembinaan Program Migas Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas Kementerian ESDM Hendra Gunawan, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Wanhar, Direktur Retail & Niaga PLN Adi Priyanto, serta Direktur Optimasi Hilir & Distribusi PPN Hari Purnomo.