Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jelang libur Tahun Baru 2026 di destinasi wisata Super Prioritas Labuan Bajo dalam kondisi aman. Hal ini disampaikan Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho saat melakukan Monitring ke Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Fathul mengungkapkan, BPH Migas mengawasi ketat pasokan dan penyaluran BBM. Kawasan wisata di Labuan Bajo membutuhkan keandalan pasokan energi, sehingga harus dipastikan tidak terjadi kelangkaan seperti yang sempat dikhawatirkan sebelumnya.
“Kami hadir untuk memastikan distribusi BBM di Fuel Terminal Labuan Bajo lancar dan ketersedian Stok BBM kami pastikan aman. Kami juga merekomendasikan agar skema Reguler Alternatif dan Emergency (RAE) di perkuat karena ke depan kemungkinan akan terjadi potensi cuaca extrem, sehingga kami berharap Pertamina Patra Niaga (PPN) dan Elnusa Petrofin memperkuat skema RAE untuk wilayah Nusa Tenggara Timur,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Fathul menambahkan, kehadiran FT Labuan Bajo yang baru saja diresmikan Pertamina Patra Niaga pada Oktober 2025 lalu menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi di wilayah Manggarai Barat. Infrastruktur energi ini berfungsi untuk mengantisipasi kendala distribusi yang sering terjadi akibat faktor cuaca atau gangguan logistik di jalur darat Lintas Flores.
“Kami juga merekomendasikan peningkatan kapasitas FT Labuan Bajo dari saat ini sekitar 488 Kiloliter (KL) menjadi 1000 atau 2000 KL, sehingga ketahanan suplai BBM di wilayah ini meningkat dan terjamin. Masyarakat, baik itu wisatawan dalam negeri dan mancanegara dapat beraktivitas dengan tenang dalam berwisata,’ tambahnya
Pada hari yang sama, Fathul meninjau Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Komodo untuk memastikan ketersediaan avtur dalam kondisi aman dan mencukupi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan pariwisata nasional, seiring dengan rencana pembukaan rute penerbangan langsung dari Malaysia dan Australia menuju Labuan Bajo.
Monitoring BBM
Selanjutnya, BPH Migas juga melakukan pemantauan langsung penyaluran BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) serta SPBU Nelayan. Memastikan mobilitas masyarakat dan aktivitas nelayan berjalan lancar, sekaligus menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo menjelang akhir tahun 2025.

“SPBU ini melayani nelayan-nelayan pengguna Jenis BBM Tertentu dan Jenin BBM Khusus Penugasan menggunakan aplikasi Xstar BPH Migas yang berbasis digital, menggunakan Surat Rekomendasi yang diterbitkan pemerintah daerah setempat yang dikoordinir oleh kelompok-kelompok nelayan setempat. Saat ini, dari sisi stok dan distribusi BBM terpantau aman. Sebagaimana instruksi dan arahan Presiden dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), selama Nataru dipastikan dalam keadaan aman dan lancar,” pungkasnya
Kegiatan monitoring ini turut didampingi Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kewirausahaan Benny Indra Batubara, Operation Head DPPU Komodo Beni Nanang Setiawan, Fuel Terminal Manager Reo Mumu Najmudin, Sales Area Manager NTT Andri Setiyawan, dan Sales Branch Manager Fuel III NTT Muhammad Bayu Fadhillah.