Jelang Tahun Baru, BPH Migas Pantau Pasokan dan Penyaluran Gas Bumi di Jawa Timur

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas melakukan pemantauan penyediaan dan penyaluran gas bumi di Jawa Timur usai perayaan Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga, mulai dari sisi pasokan hingga penyaluran ke konsumen.

Pemantauan dilakukan di Kantor Pertamina Gas Negara (PGN) Sales Operation Region (SOR) III Surabaya, sekaligus menyapa langsung sejumlah pelanggan gas bumi, baik dari sektor pelanggan kecil maupun industri. Di samping itu, Wahyudi juga meninjau Offtake Station di Gresik. Selama Periode Nataru, pipa pengangkutan Pertagas mengalami penuruan volume sekitar 15%, karena sektor industri yang dikelola oleh PGN turun sekitar 20%. Penurunan ini terjadi seiring berkurangnya kegiatan industri selama periode Nataru.

Wilayah operasional PGN SOR III sendiri meliputi berbagai wilayah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan, serta Kawasan Timur Indonesia, seperti Banggai, Wajo, dan Sorong. Melalui kunjungan ini, BPH Migas ingin memastikan pasokan gas bumi dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha.

“Untuk penyaluran gas bumi secara nasional, baik itu untuk sektor rumah tangga, pelanggan kecil, komersial umum, dan industri, Alhamdulillah semua tercover dari semua pemasok gas bumi yang ada,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Konsumsi gas bumi di Jawa Timur rata-rata mencapai 245-246 Bilion British Termal Unit per Day (BBTUD) bagi sekitar 316.548 pelanggan, yang tediri dari 639 sektor komersial dan industri, 936 pelanggan kecil dan sekitar 314.973 pelanggan rumah tangga. Penyaluran gas bumi didominasi oleh sektor komersial dan industri dari sisi volume.

“Untuk proses penyaluran seluruh pasokan, saat ini tidak ada kegiatan maintenance dan aman. Untuk RT (Rumah Tangga) sangat aman, karena tekanan gas cukup rendah, serta didukung oleh pipa transmisi dan distribusi yang cukup andal,” imbuhnya.

Wahyudi menuturkan, badan usaha gas bumi seperti PGN dan Pertamina Gas berkomitmen menjaga penyaluran energi selama periode Nataru agar tetap sesuai kebutuhan konsumen. “PGN dan Pertamina Gas, menjamin suplai gas untuk Nataru sangat aman dan tidak mengalami gangguan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wahyudi juga mengunjungi pelanggan gas bumi di Rumah Sakit William Booth Surabaya dan sektor industri di PT Indospring, Gresik yang merupakan produsen suku cadang otomotif untuk melihat langsung pemanfaatan gas bumi di lapangan.

“Kunjungan sampling di RS William Booth Surabaya, mereka menyampaikan apresiasi kepada PGN dengan pelayanan gas bumi tanpa adanya gangguan. Dengan harga yang sudah cukup baik dan lebih rendah 53% dari bahan bakar Liquiefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana mengatakan pihaknya telah membentuk Satuan Tugas Nataru 2025/2026 sejak 25 November 2025 hingga 11 Januari 2026. “Kegiatan pengangkutan gas begitu pula dengan penyaluran bahan bakar gas, gas rumah tangga, jargas (jaringan gas bumi), penyaluran ke pembangkit listrik, kegiatan regasifikasi LNG (Liquified Natural Gas) hingga produksi dan retail dalam keadaan aman,” ucapnya.

Di samping itu, di wilayah terdampak bencana pulau Sumatera, PGN juga terus berupaya memulihkan pasokan gas, baik di Aceh maupun Sumatera Utara. Sebagai contoh di Medan, untuk pelanggan kecil dan komersial umum dalam kondisi aman. Sementara untuk sektor industri di wilayah Sumatera Utara masih dilakukan pengendalian sesuai kemampuan pasokan gas dari pemasok dan LNG dari Kawasan Arun.

Direktur Teknik dan Operasi Pertamina Gas Agung Indri Pramantyo menambahkan pengaturan pasokan gas dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan konsumen. “Selama Nataru ini, kami menjaga (pasokan gas bumi) agar tidak over supply dan over pressure pada pipa gas,” tuturnya.

Kepala Bagian Penunjang Umum RS William Booth, Hastiti Setianingrum, menyampaikan bahwa jaringan gas bumi memberikan manfaat besar bagi operasional rumah sakit, karena pasokannya lebih andal, aman, dan berkesinambungan, serta membantu meningkatkan efisiensi biaya dan mendukung kelancaran layanan kesehatan.

“Kami ucapkan terima kasih karena dengan harga gas bumi yang lebih terjangkau dan penyaluran gas bumi tanpa henti, operasional masak untuk karyawan dan pasien kami berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Selain gas bumi, Wahyudi juga memantau penyaluran BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (SPBKB) AKR di Gresik, Jawa Timur. Ia menjelaskan cakupan stok BBM di SPBKB tersebut berada di atas rerata nasional.

“Suplai BBM oleh AKR melalui 25 penyalur di wilayah Jawa Timur terencana dengan baik, dengan stok BBM juga cukup baik,” pungkas Wahyudi.

Rangkaian pemantauan ini turut dihadiri General Manager SOR III PGN Area Surabaya Hedi Hedianto dan didampingi Head of Retail Operation PSO AKR Jawa Timur Ade Budiman.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT