Sebagai pusat distribusi logistik di Kalimantan Barat, Kota Pontianak memegang peran penting dalam kelancaran arus barang dan mobilitas masyarakat. Untuk mendukung aktivitas tersebut, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan penyediaan dan penyaluran Bahan Bakar minyak (BBM) di Pontianak, mulai dari Integrated Terminal hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan, keandalan pasokan dan penyaluran BBM menjadi faktor utama dalam mendukung rantai pasok logistik, aktivitas ekonomi, serta konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat.
“Sebagai tulang punggung distribusi logistik di Kalimantan Barat, keandalan pasokan dan penyaluran BBM di Pontianak harus terus terjaga. Dari hasil pemantauan kami, penyediaan dan penyaluran BBM berjalan dengan baik untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah,” ungkap Wahyudi saat ditemui di Integrated Terminal (IT) Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (6/7/2026).
Menurut Wahyudi, meningkatnya aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat turut mendorong kenaikan konsumsi BBM di Kalimantan Barat. Hingga Juni 2026, konsumsi Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar meningkat sekitar 6,5 persen, sedangkan konsumsi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite naik sekitar 2,5 persen.
Meski konsumsi meningkat, Pemerintah memastikan pasokan BBM subsidi maupun BBM kompensasi tetap tersedia guna mendukung kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat.
“Pemerintah terus hadir memastikan penyediaan BBM subsidi maupun BBM kompensasi agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Bersama PT Pertamina Patra Niaga, kami akan terus memperkuat keandalan pasokan, mengantisipasi potensi hambatan distribusi, serta memastikan penyaluran BBM tepat sasaran,” kata Wahyudi.

Saat ini, penyaluran BBM di Kalimantan Barat didukung oleh 151 SPBU, 75 SPBU di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), 42 Pertashop, dan 17 SPBU Nelayan yang melayani masyarakat di dua kota dan 12 kabupaten.
Usai meninjau IT Pontianak, Wahyudi melanjutkan pemantauan ke SPBU yang berada di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Pontianak. Lokasi tersebut merupakan jalur utama keluar masuk kendaraan logistik sehingga memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang.
Di SPBU tersebut, Wahyudi memeriksa proses penyaluran BBM kepada konsumen, memastikan ketersediaan stok dan ketepatan takaran, serta berdialog dengan operator SPBU, pengguna kendaraan pribadi, dan pengemudi angkutan barang untuk mengetahui kondisi di lapangan.
“Hasilnya menunjukkan penggunaan BBM masih dalam batas yang wajar. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan sesuai kebutuhan. Penggunaan BBM yang wajar merupakan bentuk dukungan bersama dalam menjaga ketersediaan pasokan, menghindari antrean, serta memastikan BBM bersubsidi benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Wahyudi menambahkan, BPH Migas akan terus memperkuat sinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga, Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, dan para pemangku kepentingan agar keandalan pasokan dan penyaluran BBM tetap terjaga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
Region Manager Retail Sales Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Addieb Arselan menyampaikan pihaknya siap menjalankan penugasan Pemerintah dalam penyediaan dan pendistribusian BBM.
“Sebagai Badan Usaha Penugasan dalam pendistribusian BBM dari pemerintah, kami berkomitmen melaksanakan penugasan dengan sebaik-baiknya dan turut memastikan penyaluran BBM bersubsidi diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPD APTRINDO) Provinsi Kalimantan Barat Al Amin. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah yang terus memprioritaskan penyediaan BBM bersubsidi bagi angkutan umum barang sehingga distribusi logistik dapat terus berjalan dengan lancar,” tuturnya.
Kegiatan pemantauan turut dihadiri IT Manager Pontianak PT Pertamina Patra Niaga Adi Wahyu Christianto serta Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga Edi Mangun.