Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan dan penyaluran energi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), Jaringan Gas (Jargas), Liquified Petroleum Gas (LPG), dan listrik dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah Sumatera Selatan jelang arus mudik lebaran tahun 2025.
“Atas nama Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri Kementerian ESDM Tahun 2025, kami pastikan masyarakat di area Sumbagsel (Sumatera Bagian Selatan) tidak kekurangan pasokan energi, baik untuk BBM, LPG, maupun Listrik,” terang Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdian mewakili Menteri ESDM di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (21/03).

Dalam kesempatan ini, Dadan juga mengecek ketersediaan LPG dan instalasi jargas kota untuk masyarakat Palembang dan sekitarnya.
“Kami mengecek jaringan gas rumah tangga dimana saat ini Palembang memiliki sekitar 40.000 jaringan gas rumah tangga yang dioperasikan dengan baik oleh badan usaha dan untuk LPG, kami juga memastikan isinya berapa dan juga ditunjukkan ada timbangannya. Dari badan usaha menjamin apabila (beratnya) kurang dari standar, bisa ditukar,” imbuhnya usai mengunjungi Offtake Station Demang Lebar Daun dan Pangkalan LPG 3kg Yulianto.
Selanjutnya, pemantauan kebutuhan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.302.129 Banyuasin dan Integrated Terminal (IT) Kertapati. Didapati bahwa BBM yang dijual kepada masyarakat sudah sesuai dengan ketentuan pemerintah dan secara pasokan dipastikan aman.
“Kemudian kami melihat ke SPBU, membawa tim Lemigas untuk memastikan (BBM) secara spek dan volume sesuai. Ditujukan kalau 1 liter ya 1.000 mililiter. Dan untuk stok secara keseluruhan, yang harus dipahami dengan baik angkanya enam hari, tetapi ini kan nyambung dengan pipa (BBM) ke Plaju karena tangki besarnya ada di sana,” jelasnya.
Terkait ketenagalistrikan, Dadan memantau langsung di kantor Kantor PT. PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UP2DS2JB). Ia menjamin secara umum pasokan listrik jelang Idul Fitri 1446 Hijriah wilayah Sumatera, khususnya Sumbagsel dalam kondisi aman.
“Secara umum, Sumatera juga aman dan tidak ada masalah. Dan khusus untuk Palembang, kalau untuk listrik ini tidak ada mati disini. Di Palembang tidak dikenal ada istilahnya mati, downton-nya itu nol,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Abdul Halim mengimbau badan usaha niaga BBM untuk dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri tahun ini.
“Terkait dengan empat pilar layanan yang ditawarkan oleh badan usaha, harus dipastikan bahwa masyarakat dapat mengakses dan memaksimalkan layanan tersebut dengan baik. Termasuk sudah dapat terlayani secara digital dan masuk ke dalam aplikasi,” tegasnya.
Kunjungan kerja ini juga dihadiri Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady BTP, Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM Maompang Harahap, Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Havidh Nazif, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT. PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto, Direktur Keuangan PT. Pertamina Patra Niaga Arya Suprihadi, dan Area Head Palembang PT. PGN, Tbk. Braman Setyoko.