Upaya menyiapkan generasi penerus di sektor minyak dan gas bumi (migas) terus diperkuat, salah satunya melalui kolaborasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas. Dari bangku pendidikan, calon akademisi dan praktisi migas dipersiapkan sejak dini agar mampu berkontribusi dalam mewujudkan swasembada energi nasional.
Hal ini disampaikan Kepala BPH Migas Wahyudi Anas saat menjadi pembicara pada kegiatan One Day With Experts di lingkungan PEM Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Di hadapan sekitar 1.290 mahasiswa dari berbagai program studi, Wahyudi mengungkapkan bahwa dirinya merupakan salah satu alumni Program Studi Teknologi Gas PEM Akamigas. Amanah yang diemban oleh Wahyudi saat ini tidak terlepas dari studi yang ditempuh di PEM Akamigas.
“Dari sisi pembelajaran, PEM Akamigas keteknikannya sangat kuat, prakteknya sangat istimewa, fasilitas juga sangat bagus. Ini memberikan kesempatan belajar yang sangat optimal. Selain itu, turut didukung dengan terjun langsung di dunia kilang, instrumentasi, logistik, serta pengolahan sebagai bagian dalam mendukung ketahanan energi di Indonesia,” ujar Wahyudi, Senin (12/01/2026).
Selanjutnya, Wahyudi berbagi kisah perjalanan awal karir di dunia migas yang dimulai dari bergabung dengan Perusahaan Umum Gas Negara, yang kini dikenal sebagai PT Perusahaan Gas Negara Tbk. Wahyudi menuturkan, bekal ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEM Akamigas, ditambah dengan dedikasi, loyalitas, dan integritas menjadi fondasi penting dalam perjalanan karir hingga saat ini. Melalui pengalaman tersebut, Wahyudi berharap dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk berani mengambil peran di industri migas nasional, bahkan di kancah global.
“Kami ingin mengajak kepada adik-adik di PEM Akamigas menjadi generasi penerus yang bisa membantu program Pemerintah, dan nantinya menyiapkan kaderisasi para pegawai maupun para calon pegawai dalam kegiatan usaha migas,” lanjutnya.
Saat ini, PEM Akamigas memiliki lima program studi Sarjana Terapan, yang terdiri dari Teknik Produksi Migas, Teknik Pengolahan Migas, Teknik Mesin Kilang, Teknik Instrumentasi Kilang, dan Logistik Migas. Dengan rata-rata jumlah lulusan sebanyak 400 orang per tahun, lebih dari 90 persen lulusan PEM Akamigas diserap di industri hulu, hilir serta industri penunjang migas.

Menurut Wahyudi, keberagaman latar belakang mahasiswa PEM Akamigas yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola migas nasional. Kolaborasi BPH Migas dengan civitas akademika dinilai penting dalam mencetak calon pemimpin sektor energi di masa depan.
“Mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam memperkuat ketahanan dan mewujudkan swasembada energi nasional, seperti yang saat ini dilakukan Pemerintah, yaitu upaya pengurangan impor minyak bumi serta agar subsidi dan kompensasi BBM lebih tepat sasaran,” pungkas Wahyudi.
Sementara itu, Direktur PEM Akamigas Erdila Indriani menuturkan, hadirnya Kepala BPH Migas dalam program One Day With Experts ini merupakan suatu kebanggaan, mengingat Wahyudi Anas adalah salah satu alumni dari PEM Akamigas.
“Tentunya ini menjadi salah satu bukti nyata, cerita sukses dan keberhasilan di industri migas, di mana Bapak Wahyudi tidak hanya menjadi pegawai industri migas tetapi turut menduduki level tertinggi salah satu lembaga di sektor energi dan sumber daya mineral,” ucap Erdila.
Erdilla menambahkan, sistem pembelajaran PEM Akamigas tidak hanya melakukan kegiatan perkuliahan di dalam kelas, penguatan kompetensi dilakukan dengan praktikum di laboratorium, workshop, serta program magang di industri migas.
“Oleh karenanya, fungsi dan peran dari BPH Migas sangat penting, seperti memberikan kesempatan kepada kami menyelaraskan antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri migas. Tentu ini menjadi harapan besar bagi kami, BPH Migas dapat menjadi support system dari kegiatan pendidikan di PEM Akamigas,” tambahnya.
Salah satu mahasiswa Program Studi Teknik Produksi Migas Franchy Luthfan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya program One Day With Experts menjadi inspirasi dan menumbuhkan semangat untuk berkarya di sektor migas.
“Terima kasih kepada Kepala BPH Migas yang telah memberikan semangat kepada kami. Tidak hanya materi, tetapi juga kunci bagaimana meraih kesuksesan di masa depan,” jelasnya.