Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan, Pemerintah telah menambah stok Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 20% dari kondisi normal. Hal ini dilakukan untuk mencukupi peningkatan kebutuhan BBM dan mendukung kegiatan masyarakat selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H.
“Ketersediaan BBM secara keseluruhan lebih dari cukup dan juga antisipasi kita dengan menambah stok sekitar 10%-20%,” ujar Yuliot usai meninjau sejumlah infrastruktur energi, seperti Integrated Terminal Pontianak, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Pesona Asia Gas, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.78.203, Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) PT. PLN, serta Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Selain mengecek stok BBM, Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan kelistrikan untuk wilayah Kalimantan Barat, Wamen Yuliot juga memastikan kualitas BBM di salah satu SPBU di Pontianak telah sesuai aturan berlaku. Pengecekan dilakukan Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS, Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM.
“Kita mengecek bagaimana kesesuaian kualitas BBM yang ada, baik Biosolar, kemudian Pertalite, Pertamax, dan juga seluruh jenis BBM yang dijual di SPBU. Jadi, lebih dari standar,” paparnya.

Pengecekan juga dilakukan terhadap jumlah takaran BBM yang keluar dari nozzle. “Dilakukan pengecekan tadi, pas satu liter. Itu memang jumlahnya satu liter. Takarannya sangat pas,” imbuhnya.
Sementara untuk pasokan LPG, juga dipastikan dalam kondisi aman. Kepastian stok LPG ini penting mengingat selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, kegiatan memasak di rumah meningkat.
Kondisi kelistrikan juga aman dengan cadangan daya mencukupi. “Kalau untuk pasokan listrik, untuk cadangan kita sekitar 38% dari konsumsi. Jadi, jauh di atas standar nasional,” tegasnya.
Meski demikian, Yuliot mengharapkan agar Kalimantan Barat tetap melakukan pengembangan infratsruktur kelistrikan agar nantinya dapat terwujud interkoneksi antar wilayah di Kalimantan yang akan meningkatkan cadangan daya mampu untuk Kalimantan secara keseluruhan.
Adanya kepastian keamanan pasokan energi ini diharapkan Yuliot dapat membuat masyarakat menikmati Hari Raya Idul Fitri dengan baik dan nyaman.

“Kita mengharapkan dengan adanya Posko (Nasional sektor ESDM) ini, seluruh masyarakat yang merayakan Idul Fitri 2025 ini, ada yang menikmati berkumpul dengan keluarga, dan juga akan ada perjalanan menemui keluarga dalam rangka silaturahim, dapat terlaksana dengan baik. Sehingga, masyarakat terlayani sesuai dengan apa yang mereka butuhkan, terutama dari sektor energi,” pungkasnya.
Anggota Komite BPH Migas Iwan Prasetya Adhi mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan badan usaha lainnya untuk memastikan kondisi pasokan energi di Kalimantan Barat dalam kondisi aman.
“Berdasarkan data, kondisi pasokan energi untuk Kalimantan Barat aman. Masyarakat bisa berlebaran dengan tenang,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Staf Khusus MESDM Bidang Investasi dan Ekonomi Muhammad Mahmud Azhar Lubis, Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT Pertamina Patra Niaga Mia Krishna Anggraini, serta GM Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat Joice Lanny.