Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi agen literasi energi di tengah masyarakat. Kemampuan mahasiswa dalam mengakses, mengolah, dan menyebarkan informasi, berperan dalam membangun pemahaman publik sekaligus mendukung pengawasan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran.
Dorongan tersebut disampaikan Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa dalam Forum Diskusi Hilir Migas bertajuk “Peran Mahasiswa Madura dalam Mengawal Distribusi BBM yang Berkeadilan” di Kampus UTM, Bangkalan, Jawa Timur, Kamis (24/9/2026).
Baskara menyampaikan, subsidi BBM merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat yang berhak. Karena itu, pemanfaatannya perlu mengikuti ketentuan dan diarahkan kepada kelompok masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan.
“Penyaluran BBM bersubsidi yang tepat sasaran sangat krusial, termasuk bagi masyarakat Madura yang dominan bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan. Hal ini menuntut tata kelola pendistribusian energi yang adil dan merata. Pengawasan dan kepedulian bersama menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Menurut Baskara, BPH Migas memiliki tugas dan kewenangan dalam mengatur serta mengawasi penyediaan dan pendistribusian BBM subsidi dan kompensasi. Pelaksanaan tugas tersebut membutuhkan kolaborasi dengan aparat penegak hukum, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penghubung informasi antara pemerintah, kampus, dan masyarakat. Peran itu dapat diwujudkan dengan membantu masyarakat memahami informasi mengenai kebijakan dan distribusi energi secara benar.
“Mahasiswa menjadi agen literasi dan pengawasan sosial di tengah masyarakat. Rekan-rekan mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengakses, mengolah, dan menyebarluaskan informasi dengan sangat cepat. Karena itu, kami berharap mahasiswa dapat menjadi generasi yang kritis, tetapi tetap berpegang pada data dan informasi yang benar,” tambahnya.
Baskara mengingatkan, kemampuan menyebarkan informasi perlu diiringi dengan kecermatan dalam memeriksa sumber dan kebenaran informasi. Terlebih, informasi mengenai dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi perlu disampaikan melalui kanal resmi agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
“Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi mitra BPH Migas dalam membangun literasi energi dan mengawal distribusi BBM agar tepat sasaran,” katanya.
Pengawasan distribusi BBM bersubsidi, lanjut Baskara, menghadapi tantangan yang terus berkembang. Pemanfaatan teknologi, digitalisasi, dan integrasi data menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan. Namun, partisipasi masyarakat tetap dibutuhkan untuk melengkapi upaya tersebut.
“Teknologi dapat membantu mendeteksi, data dapat membantu menganalisis, tetapi kepedulian masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan dapat berjalan dengan baik di lapangan. Melalui forum ini, kami mengharapkan dapat berdialog dengan mahasiswa terkait perspektif penyaluran BBM subsidi di Madura,” ujarnya.

Rektor UTM Prof. Safi’ mengapresiasi BPH Migas yang menggandeng perguruan tinggi dalam diskusi mengenai hilir migas. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai energi sekaligus dikembangkan melalui berbagai kegiatan akademik.
“Karena kami perguruan tinggi, tentu (bekerja sama) yang berkaitan dengan Tridharma, misalnya program pemagangan mahasiswa, dan program riset, dan program-program lainnya yang dibutuhkan dalam rangka membangun kualitas lulusan sesuai dengan kebutuhan pasar,” harapnya.
Penjabat sementara Sales Area Manager Retail Surabaya Pertamina Patra Niaga Galih Pradipto juga berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan sebagai sarana edukasi bagi mahasiswa dan masyarakat mengenai kegiatan hilir migas.
Sementara itu, mahasiswa UTM Muhammad Adityawarman (20), mengaku memperoleh pemahaman mengenai tantangan distribusi BBM bersubsidi. Mahasiswa lainnya, Amal Makrufi (20), mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan BPH Migas mengenai BBM Satu Harga dan berharap program tersebut dapat menjangkau pulau-pulau terpencil di Madura.