Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan dalam kondisi cukup dan aman. Pascabencana gempa bumi yang terjadi Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu, penguatan distribusi BBM terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa ketersediaan BBM di Labuan Bajo dan wilayah Flores dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berlangsung secara berkelanjutan, termasuk dalam kondisi darurat.
“Untuk kebutuhan BBM cukup dan aman. Diharapkan konsumsi BBM sesuai kebutuhan sehari-hari, sehingga situasi saat terjadi emergency (darurat) yang dilaksanakan dari FT Labuan Bajo, FT Reo, serta dari FT Bima, dan lainnya bisa dilakukan secara kontinyu untuk mengamankan kebutuhan masyarakat di Flores,” terang Wahyudi, saat meninjau Fuel Terminal (FT) Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Rabu (19/8/2026).
Menurut Wahyudi, kunjungan ke FT Labuan Bajo dilakukan untuk memastikan stok dan distribusi BBM berjalan lancar. Pengawasan juga diarahkan agar pelayanan kepada masyarakat di Stasiun Pengisan Bahan Bakar Umum (SPBU), Pertashop, dan Agen Minyak Tanah di wilayah Flores tetap berjalan dengan baik.

“Kami berharap seluruh masyarakat konsumsi (BBM) sesuai kebutuhan sehari-hari agar tidak terlalu panik, kemudian semua terlayani dengan baik di masing-masing SPBU, Pertashop, dan Agen Minyak Tanah yang tersebar di Pulau Flores,” tegasnya.
Penguatan pasokan BBM dilakukan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin dengan meningkatkan jumlah persediaan (build up stock) pada penyalur BBM. Saat ini terdapat 95 penyalur, yang terdiri dari 56 SPBU, 22 Pertashop, dan 17 Agen Minyak Tanah. Seluruh penyalur tersebut tetap beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“Posisi hari ini, kita terus lakukan peningkatan, penyaluran BBM terus ditingkatkan hingga stok di masing-masing penyalur, SPBU, Pertashop dan Agen Minyak Tanah terpenuhi dengan baik di setiap wilayah. Ini sebagai upaya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terjadi dan posisi di wilayah bencana Pulau Flores,” jelasnya.
Kelancaran distribusi juga didukung oleh pemulihan akses transportasi. Sejumlah jalur utama yang sebelumnya terdampak bencana telah dapat dilalui kembali, sehingga mobilisasi BBM dari FT Labuan Bajo dan FT Reo dapat dilakukan dengan lebih baik.
“Kita mengimbau seluruh masyarakat di sekitar wilayah bencana di Pulau Flores agar konsumsinya sesuai kebutuhan sehari-hari. Semoga ini sebagai upaya yang terbaik dalam rangka pemulihan pascabencana atas kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Flores,” harapnya.

Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman mengapresiasi langkah Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga, dan Elnusa Petrofin yang bergerak cepat mengantisipasi kondisi pascabencana. Menurutnya, keberlanjutan pelayanan BBM menjadi salah satu indikator bahwa penanganan distribusi dapat dilakukan dengan baik.
“Sejauh ini, tidak ada pemberitaan terkait kekosongan BBM, artinya penanganan pascabencana dapat ditangani dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Elnusa Petrofin Doni Indrawan menyampaikan, sejumlah jalur distribusi sempat terputus akibat bencana. Pemulihan akses yang cepat menjadikan konektivitas antardaerah kembali mendukung penyaluran BBM. “Sekarang jalur daratnya sudah jalan sehingga baik dari Reo, maupun dari Maumere, maupun dari Ende itu sudah terhubung,” tuturnya.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Iwan Yudha Wibawa menjelaskan, penanganan pascabencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan personel hingga pemulihan sarana dan fasilitas yang terdampak. Mitigasi juga dilakukan terhadap kerusakan jalur distribusi untuk menjaga keberlangsungan pelayanan energi bagi masyarakat.