Raut wajah bahagia terpancar dari warga kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Hutta, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara saat memperoleh tenda sebagai tempat tinggal sementara di pengungsian. Riuh tawa anak-anak juga terdengar ketika mendapatkan buku, alat tulis, ragam mainan, serta aneka camilan anak-anak yang saat ini sulit didapatkan di pengungsian.
Kehadiran Pemerintah di tengah pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di kawasan Hutanabolon sangat dinanti warga.
“Kami merasa senang dengan bantuan yang diberikan. Terima kasih semua. Kita dikasih sama orang yang mau kasih kami bantuan-bantuan. Semoga Tuhan mau balas kebaikan orang-orang,” tutur Yurunyati Jega, salah seorang warga Kelurahan Hutanabolon, Jumat (2/1/2026).
Bantuan yang dimaksud Yurunyati salah satunya adalah tenda keluarga bantuan pemerintah. Tenda ini memiliki dua ruang terpisah, yaitu ruang tidur dan ruang depan dengan ukuran lebih luas yang dapat digunakan sebagai ruang keluarga.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan, BPH Migas sebagai bagian Tim Siaga Bencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan bantuan berupa 55 tenda yang dapat menampung sekitar 330 orang dewasa, 220 kasur pompa, 1 tenda besar sebagai dapur umum beserta peralatan masak, kompor dan LPG.
“Kami, BPH Migas dan Kementerian ESDM telah menyiapkan bantuan kepada Bapak dan Ibu semuanya. Kami ikut bangga karena bantuan ini langsung bermanfaat. Kami juga semangat karena dapat hadir langsung untuk memberikan bantuan-bantuan yang kami siapkan,” ujar Wahyudi.
Dari 55 tenda, saat ini telah terbangun 36 tenda. Tantangan dalam pemasangan tenda adalah hujan yang hampir setiap hari turun di wilayah tersebut dengan intensitas sedang dan lebat.
Selain tenda, kebutuhan dasar lainnya turut menjadi perhatian pemerintah. Satu buah genset juga diserahkan di lokasi pengungsian. Selain itu, dibangun juga fasilitas air bersih lengkap dengan alat pemurnian untuk menunjang kebutuhan mandi, mencuci, hingga air minum.
“Air sumur tersebut untuk cuci dan untuk mandi, serta air sumur tersebut sudah melalui proses pemurnian dan siap untuk diminum. Bapak dan Ibu jangan ragu, saya tadi sudah mencobanya dan dengan kondisi ini bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Di samping itu, disalurkan juga 500 paket sembako bagi warga Hutanabolon yang terdampak bencana.
“Dan untuk anak-anak kami di sini, kami juga menyiapkan paket alat tulis, buku, mainan dan makanan ringan,” ungkapnya.
Wahyudi juga mengajak warga untuk saling menguatkan dan menjaga tenda tempat tinggal selama dalam masa pemulihan.
“Silakan gotong royong, agar nanti dibuatkan tali air. Kami sudah kasih contoh. Tanahnya bisa ditempelkan di dinding tenda. Sehingga kalau ada air tidak masuk dan di dalam akan kering,” paparnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi Lubis mengatakan, proses pemulihan pascabencana terus dilakukan pemerintah dan didukung oleh berbagai pihak.
“Sudah kita lihat bahwa saat ini kita tidak sendiri, bapak ibu sekalian. Banyak dari berbagai instansi, stakeholder yang selalu memperhatikan kita. Kita harus selalu kuat dan bisa kembali dengan kondisi yang benar-benar pulih. Kami ucapkan terima kasih sekali lagi kepada rombongan yang telah bersedia datang ke tempat kami ini,” ucapnya.
Usai penyerahan bantuan, Wahyudi, Mahmud Efendi, beserta Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, sekitar 200 warga dan 150 anak di area pengungsian Hutanabolon menyantap sarapan pagi bersama.
Saat sarapan, ketiganya tampak berbincang dengan warga. “Semoga tenda ini akan memberikan tempat tinggal sementara yang layak. Bisa membantu tempat tinggal Bapak Ibu dan adik-adik semuanya, dan layak untuk hunian bersama,” pungkas Wahyudi.
Kegiatan penyerahan bantuan ini dihadiri juga oleh Sales Area Manager Area Sibolga Pertamina Patra Niaga Toni Pradana dan Perwakilan PT AKR Corporindo.