Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot secara resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri dalam Rangka Koordinasi Pengawasan, Penyediaan, dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM), Gas, Listrik, serta Antisipasi Kebencanaan Geologi untuk mengamankan Hari Raya Idul Fitri 1446 H Tahun 2025, di Jakarta, Senin (17/3/2025). Posko dilaksanakan mulai 17 Maret 2025 hingga 11 April 2025. Secara umum, kondisi ketahanan stok energi yaitu bahan bakar minyak (BBM). liquefied petroleum gas (LPG), gas, pasokan listrik aman.
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali ditunjuk sebagai Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Hari Raya Idul Fitri 2025 yang tertuang pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 91.K/HK.02/MEM.S/2025 tentang Tim Posko Nasional Sektor ESDM dalam Rangka Koordinasi Pengawasan, Penyediaan, dan Pendistribusian BBM, Gas, Listrik Serta Antisipasi Kebencanaan Geologi Untuk Mengamankan Hari Raya Indul Fitri 1446 H Tahun 2025,
Yuliot menyampaikan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah telah mempersiapkan sarana dan prasarana BBM, LPG, ketenagalistrikan yang lebih dari cukup. Secara umum, kondisi pasokan energi selama Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H aman dan cukup.
Menurut Yuliot, Posko Nasional Sektor ESDM berperan strategis dalam kelancaran pasokan energi nasional, terutama pada arus mudik dan balik Lebaran yang melibatkan mobilitas jutaan masyarakat. Tantangan utama dalam periode Hari Raya Idul Fitri, meliputi ketersediaan dan distribusi BBM serta LPG, khususnya di jalur-jalur utama mudik dan daerah tujuan wisata. Selain itu, keandalan pasokan listrik, terutama di pusat-pusat kegiatan ekonomi dan pemukiman penduduk.

“Terakhir, koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, serta badan usaha sektor energi untuk memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Dia mengharapkan agar dalam pelaksanaan Posko dilakukan pengawasan yang ketat terhadap distribusi energi, dengan memastikan stok BBM dan LPG mencukupi, serta langkah antisipasi terhadap lonjakan permintaan.
“Koordinasi yang efektif antar instansi, termasuk BPH Migas, Pertamina, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, agar dapat merespons cepat setiap potensi kendala di lapangan. Serta, utamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Pastikan bahwa layanan energi kita dapat diakses oleh semua, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Yuliot juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Posko Nasional Sektor ESDM sebagai pusat informasi yang akurat dan terpercaya, serta sebagai bentuk tanggung jawab kita dalam memastikan kelancaran perayaan Idul Fitri bagi masyarakat Indonesia.
Pentingnya sinergi antar pelbagai pihak juga ditekankan Kepala BPH Migas Erika Retnowati. “Melalui semangat kolaborasi dan sinergitas antar Instansi, diharapkan Posko Nasional Sektor ESDM ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat Indonesia dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri 2025 dengan suka cita,” ungkapnya.
Lebih lanjut Erika memaparkan, berdasarkan hasil koordinasi, ketahanan stok BBM baik Gasoline, Gasoil, Kerosene maupun Avtur, dijaga 20-21 hari. BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 125 Terminal BBM, lebih dari 7.746 SPBU, dan 70 DPPU. Serta menyiagakan fasilitas tambahan di wilayah-wilayah dengan demand tinggi. “Diprediksikan adanya peningkatan konsumsi harian BBM selama Hari Raya Idul Fitri, Bensin (Gasoline) dengan konsumsi terbesar Pertalite 11,7%, dan Pertamax 11,2%,” ujarnya.
Diperkirakan adanya penurunan konsumsi harian BioSolar 16,2% dan kenaikan konsumsi harian Avtur sebesar 7,3% dibandingkan dengan konsumsi kondisi normal.

Sementara prognosa ketahanan stok LPG nasional rata-rata 11 hingga 13 hari. Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, serta Pertamina menyiagakan 40 Terminal LPG, 731 Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SP(P)BE) dan 6.517 Agen LPG. Kondisi stok LPG dipertahankan tetap stabil selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun 2025 serta disiapkan agen dan pangkalan LPG Siaga 24 jam khusus wilayah dengan permintaan tinggi.
“Sementara untuk gas, subholding gas berkomitmen dan secara konsisten menjaga keamanan dan kehandalan penyaluran gas bumi dari pemasok kepada lebih dari 5.800 Pelanggan Komersial, Industri dan Pelanggan Kecil, lebih dari 814.000 Pelanggan Rumah Tangga (Jargas) dan Power Plant yang melalui lebih dari 33.000 km jaringan pipa gas,” paparnya.
Untuk kelistrikan, pasokan tenaga listrik pada Sistem Kelistrikan Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan sebagian besar Indonesia dalam kondisi aman. Pada 1 April 2025, sistem ketenagalistrikan nasional dalam kondisi aman dengan daya mampu pasok (DMP) 57.166 MW dan beban puncak (BP) 36.715 MW, sehingga cadangan daya 20.451 MW (55,7%), dan BP pada hari kedua Idul Fitri meningkat 17,63% dibandingkan BP pada 2024 dan menurun 22,34% dibandingkan BP pada hari normal.
Terkait antisipasi bencana geologi, telah dibentuk Tim Tanggap Darurat Bencana Geologi yang akan merespon dengan cepat setiap bencana yang terjadi dan siaga dalam waktu 24 jam, dan meningkatkan pemantauan gunung api secara cermat di beberapa gunung api aktif.
“Kita tentunya berharap, bahwa segala hal baik di atas dapat selalu terjaga dan kita terus melakukan segala upaya antisipasi, terutama di wilayah yang mayoritas merayakan Hari Raya Idul Fitri 2025, daerah wisata yang menjadi destinasi masyarakat, jalur lintas utama maupun logistik, serta wilayah rawan kemacetan maupun rawan bencana,” pungkasnya.
Hadir dalam pembukaan Posko ini, Anggota Komite BPH Migas yaitu Abdul Halim, Eman Salman Arief, Harya Adityawarman, Iwan Prasetya Adhi, Saleh Abdurrahman, dan Wahyudi Anas. Selain itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Jisman Hutajulu, Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, Direktur BBM BPH Migas Sentot Harijady BTP, Skeretaris BPH Migas Patuan AlfonS, Plt. Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Mirza Mahendra, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, serta Pth. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo, serta perwakilan instansi lainnya.