Salurkan Bantuan di Wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Kepala BPH Migas: Wujud Kehadiran Pemerintah

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai bagian dari Tim Siaga Bencana Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh. Bantuan ini diharapkan mempercepat pemulihan dan meringankan beban warga di wilayah terdampak.

Bersama PT PGN, BPH Migas menyalurkan bantuan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak bencana, antara lain bahan pokok, susu, obat-obatan, perlengkapan ibadah, serta pakaian untuk bayi, dan perempuan. Penyerahan bantuan dilakukan di Medan, Sumatera Utara pada Rabu (17/12/2025) dan Aceh Tamiang, Aceh pada Kamis (18/12/2025). Kegiatan ini dihadiri Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, bersama Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto.

“Pemberian bantuan ini merupakan wujud dari kehadiran Pemerintah bersama Badan Usaha untuk terus membantu pemulihan di wilayah bencana alam bagi masyarakat di wilayah yang terdampak bencana alam,” ujar Wahyudi ketika menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan pensiunan pegawai PGN yang terdampak bencana, di Kantor Sales Operation Region (SOR) 1 PGN di Medan.

Di Aceh, bantuan diserahkan kepada warga Dusun Tualang, Kampung MDSK Tanjung Genteng, Kabupaten Aceh Tamiang, yang merupakan salah satu terdampak bencana yang cukup besar serta wilayah dengan akses sulit dijangkau dan belum terjamah bantuan pada tahap awal penanganan bencana. Selain bahan pokok, susu, obat-obatan, perlengkapan ibadah serta pakaian, bantuan untuk wilayah Aceh Tamiang juga mencakup Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk genset.

Perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah, kondisi jalan yang berlumpur dan sulit diakses harus ditempuh sekitar lima jam dari kota Medan. Bahkan, karena kondisi jalanan yang tertutup lumpur tebal dan licin, Wahyudi Anas harus melanjutkan perjalanan dengan dibonceng sepeda motor oleh Bambang Hermanto. Di wilayah ini, tercatat sebanyak 54 rumah hilang dan 55 rumah lainnya terendam lumpur hingga ketinggian sekitar lima meter.

“Semoga dapat membantu meringankan bapak, ibu dan masyarakat di Desa Tanjung Genteng, melakukan perbaikan rumah serta jalan. Kami melihat banyak masyarakat yang sedang membersihkan fasilitas untuk tempat tidur, pakaian, serta perabot-perabot di dalam rumah,” katanya, saat menyerahkan bantuan langsung kepada warga di Kampung MDSK Tanjung Genteng, Kamis (18/12/2025)

Sementara itu, Arief Kurnia Risdianto menjelaskan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan. “Melalui sinergi Pertamina Peduli dan BPH Migas, kami ingin menegaskan bahwa Bapak dan Ibu tidak sendirian. Semangat melayani sepenuh hati kami wujudkan dengan hadir, mendengar, dan berbagi,” katanya.

Arief menambahkan, sejak awal bencana pihaknya melakukan langkah cepat untuk memastikan keselamatan pekerja dan keluarga, menyalurkan bantuan, serta menjaga kelancaran penyaluran gas pipa. Hingga kini, bantuan telah menjangkau lebih dari 34 ribu orang terdampak.

Sementara itu, Kepala Dusun Tanjung Kenteng Huzairi menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterima warga. “Terima kasih kepada BPH Migas yang telah menyerahkan bantuan. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi warga desa kami,” ucapnya.

Pemantauan SPBU di Aceh Tamiang

Selain menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana, BPH Migas juga melakukan pemantauan ketersediaan pasokan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Aceh Tamiang, Kamis (18/12/2025).

Wahyudi menyampaikan, penyaluran BBM di wilayah Aceh Tamiang terus diupayakan pulih secara bertahap. Hingga 18 Desember 2025, dari 156 SPBU di wilayah Aceh, sekitar 141 SPBU telah beroperasi.

“Sebanyak 130 SPBU beroperasi normal dan 11 SPBU belum beroperasi normal dikarenakan kondisi jalur distribusi yang masih terhambat dan sarana fasilitas SPBU terdampak belum diperbaiki. Di Kabupaten Aceh Tamiang ada 6 SPBU dan di Kabupaten Gayo Lues 5 SPBU,” ucap Wahyudi.

Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menyampaikan, langkah-langkah pemulihan suplai BBM telah dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Upaya ini dilaksanakan melalui sinergi berbagai pihak, termasuk BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga guna menjaga stabilitas distribusi energi di wilayah terdampak.

“Berdasarkan hasil monitoring, kondisi stok BBM menunjukkan ketersediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan rata-rata penyaluran harian berada dalam batas aman,” ungkap Bambang Hermanto yang biasa sapa Baher ini.

Terkait pasokan, lanjut Baher, telah dijadwalkan pengiriman BBM pada tanggal 18 Desember 2025. SPBU terpantau tidak mengalami kondisi stock out dan masih menjadi prioritas penyalur BBM, khususnya untuk Pertalite dan Solar untuk mobilitas kendaraan-kendaraan pendukung pemulihan bencana.

BPH Migas juga memantau pelaksanaan relaksasi pembelian BBM subsidi maupun BBM kompensasi yang bertransaksi tanpa menggunakan barcode atau QR Code.

“Pemerintah termasuk BPH Migas memberikan keringanan kepada seluruh masyarakat yang terdampak banjir untuk membeli, melakukan transaksi BBM tanpa menggunakan barcode. Kami melihat secara langsung bagaimana proses transaksi di SPBU ini, di mana mereka bertransaksi dengan mencatat seluruh Nopol kendaraan dalam satu logbook dan dilaporkan secara manual kepada Pertamina Patra Niaga,” papar Baher.

Diharapkan relaksasi ini dapat mempermudah masyarakat dan membantu mempercepat proses pemulihan di daerah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT