Pemerintah menaruh perhatian serius pada kesiapan pasokan energi nasional menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot didampingi Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026 Erika Retnowati melakukan kunjungan lapangan ke Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek dan Fuel Terminal (FT) Cikampek, Karawang, Jawa Barat.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pemantauan kesiapan sektor energi, mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), hingga listrik, di tengah potensi peningkatan konsumsi masyarakat selama periode libur panjang akhir tahun.
“Dalam rangka Satgas Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026, melakukan pengecekan di lapangan, bagaimana ketahanan energi kita. Ketersediaan energi itu harus kita pastikan untuk menjaga tingkat konsumsi yang ada di masyarakat. Yang kita lakukan pengecekan adalah ketersediaan BBM, kemudian yang kedua itu adalah bagaimana Liquefied Petroleum Gas (LPG) tersedia untuk masyarakat,” papar Yuliot di FT Cikampek, Jumat (19/12/2025)
Dari hasil pemantauan, ketahanan stok BBM nasional tercatat berada di atas batas cadangan minimal 18 hari. Kondisi ini memberikan ruang yang memadai untuk menghadapi lonjakan kebutuhan selama Nataru.
“Untuk cadangan yang ini, kita tetap pertahankan sampai dengan ada perubahan untuk pelaksanaan kegiatan Satgas. Nanti ada hari besar keagamaan lain, misalnya Imlek pada bulan Februari dan juga kita akan memasuki bulan Puasa dan Idul Fitri pada bulan Maret 2026. Ini kita menjaga sampai dengan berakhirnya Idul Fitri,” tambahnya.

Selain BBM dan LPG, pemantauan juga mencakup sektor ketenagalistrikan serta kesiapsiagaan terhadap potensi kebencanaan geologi, mengingat intensitas hujan tinggi di akhir tahun yang berpotensi memicu longsor maupun aktivitas gunung api.
“Listrik mencukupi untuk Nataru. Terkait dengan bencana kegeologian, kita melalui Badan Geologi terus memantau dan memonitor untuk mengantisipasi terjadinya bencana kegeologian yang mungkin terjadi akibat tingginya curah hujan saat ini memungkinkan mengakibatkan terjadinya bencana gerakan tanah longsor,” ujarnya.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025/2026 Erika Retnowati menyampaikan, hasil pemantauan menunjukkan layanan energi dan distribusi berjalan lancar. Selama periode Posko, BPH Migas dan Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, serta 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) guna menopang mobilitas masyarakat.
“Sedangkan untuk antisipasi kebencanaan geologi, sesuai data 18 Desember 2025, terdapat 3 gunung berapi dalam level ‘Siaga’ yaitu Merapi, Semeru dan Lewotobi Laki Laki, 24 gunung api dalam level ‘Waspada’, dan 42 gunung api dalam level ‘Normal’,” tambahnya.
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar menyatakan kesiapan operasional untuk mendukung kelancaran Nataru, termasuk layanan motoris bagi pengguna jalan tol yang mengalami kedaruratan kehabisan BBM. “Kita cek semua siap dalam menyokong kegiatan ini dan diberikan kelancaran pada Nataru yang akan datang,” katanya.
Kunjungan kerja juga dihadiri Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Ditjen Migas Kementerian ESDM Sentot Harijadi BTP, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Eri Nurcahyanto, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Freddy Anwar, dan EVP Operasi Distribusi Jawa Bali PT PLN Agus Kuswardoyo.