BPH Migas Ajak Generasi Muda Kawal Hilirisasi untuk Swasembada Energi

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengajak generasi muda berperan aktif mendorong hilirisasi migas sebagai kunci menuju swasembada energi dan penguatan ketahanan nasional.

Hilirisasi memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus membuka peluang kerja baru. Untuk itu, Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur energi, termasuk kilang, jaringan pipa, dan fasilitas petrokimia, guna memperkuat kemandirian energi nasional.

“Pemerintah akan terus mendorong investasi di hilir migas, seperti pembangunan kilang-kilang baru dan peningkatan kapasitas kilang. Sebagaimana dikemukakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya, hilirisasi migas merupakan kunci menuju swasembada energi. Generasi muda berperan penting dalam mendukung program ini,” papar Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho, di Depok, Selasa (27/1/2026).

Fathul menuturkan, sebagian besar hilirisasi berada di sektor mineral dan migas. Hilirisasi migas dicapai dengan mengolah minyak dan gas bumi mentah menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi seperti petrokimia, Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan, dan produk turunan lainnya di dalam negeri. Pemerintah juga mendorong peningkatan investasi untuk membangun infrastruktur dan fasilitas seperti kilang, terminal BBM dan Liquefied Petroleum Gas (LPG), jaringan pipa, fasilitas transportasi, serta fasilitas petrokimia.

“Kemarin saya baru saja berkunjung ke Refinery Unit VI Balongan, Jawa Barat. Di situ dipaparkan secara jelas bagaimana minyak bumi ini diolah hingga menghasilkan produk turunan, seperti barang-barang plastik, gelas dan sebagainya. Kalau diolah lebih jauh lagi, minyak bumi itu bisa menjadi kosmetik yang kita pakai sehari-hari. Jadi sangat besar manfaat minyak bumi dan produk turunan yang dihasilkannya,” tambahnya.

Peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur oleh Presiden Prabowo Subianto belum lama ini merupakan salah satu bukti percepatan hilirisasi migas dan langkah penting untuk mewujudkan swasembada energi. Sebelumnya, Presiden juga telah meresmikan pabrik petrokimia terintegrasi di Cilegon, Banten. Seluruh infrastruktur dan fasilitas ini menjadi bukti kemampuan Indonesia mengolah sumber daya alamnya sendiri, sekaligus menciptakan peluang kerja bagi generasi muda.

“Saya berharap teman-teman generasi muda bisa mendukung dan mengisi posisi-posisi di lapangan kerja baru yang tercipta dari hilirisasi migas ini. Tidak hanya menjadi karyawan, tapi bisa juga menjadi ilmuwannya. Adik-adik bisa berkarya di ruang-ruang laboratorium, baik laboratorium fisika, kimia, biologi dan sebagainya. Selain itu, mendukung teknologi yang pengelolaannya saat ini sifatnya digital, pekerjaan terkait aspek keselamatan dan lingkungan dan masih banyak lagi,” katanya.

Generasi muda juga dapat mendorong hilirisasi migas melalui dukungan terhadap transisi energi bersih seperti Program B40 (bahan bakar campuran Biodiesel 40%) hingga B50 dan E10 (bahan bakar campuran Etanol 10%), serta Net Zero Emission yang ditargetkan tercapai tahun 2060 atau lebih cepat.

Hal lain yang tak kalah penting adalah harus mau bekerja keras, bersikap kritis, menyebarkan informasi positif, serta berinovasi melalui teknologi dan digitalisasi industri migas. “Teman-teman bisa sukses dan berhasil melalui 3 hal yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja kolaborasi dengan pelbagai pihak,” tambahnya.

Selain itu, Fathul juga menekankan bahwa kondisi yang aman dan stabil mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi investasi, pembangunan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kita juga harus waspada terhadap ancaman keamanan dan stabilitas politik yang dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT