BPH Migas Dorong Percepatan Penerapan Aplikasi Xstar di Wilayah Terluar Kepri

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan dan pengendalian penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kompensasi tepat sasaran, tepat volume, dan tepat guna. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendorong implementasi aplikasi XStar secara menyeluruh di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan aplikasi XStar dapat membantu pemerintah daerah memfasilitasi masyarakat yang berhak memperoleh BBM subsidi maupun kompensasi.

“Melalui aplikasi digital ini, BPH Migas mengharapkan agar perangkat daerah dapat memfasilitasi masyarakat maupun kelompok masyarakat yang ingin memperoleh BBM subsidi dan kompensasi melalui subpenyalur maupun di SPBU terdekat. Tentunya masyarakat dimaksud adalah masyarakat yang berhak menerima BBM subsidi dan kompensasi dengan sebenar-benarnya,” ujarnya dalam sosialisasi dan evaluasi penggunaan aplikasi XStar untuk wilayah Kepri, di Batam, Rabu (13/5/2026).

Fathul menegaskan percepatan implementasi XStar menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi hingga wilayah kepulauan dan daerah terluar. “Langkah ini merupakan amanah Presiden Prabowo Subianto dan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia agar distribusi BBM subsidi dapat menjangkau hingga titik terjauh di Indonesia,” ungkap Fathul.

Sebagaimana diketahui, Aplikasi XStar dikembangkan sejak 2024 untuk mempermudah penerbitan Surat Rekomendasi. Hingga April 2026, implementasi kumulatif telah menjangkau 361 kabupaten/kota di Indonesia. Surat Rekomendasi pembelian BBM secara digital. Sebelumnya, proses tersebut masih dilakukan manual dan menggunakan _microsite_ di SPBU. Melalui sistem digital, proses penerbitan Surat Rekomendasi menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau. Surat Rekomendasi yang diterbitkan tidak boleh dipindahtangankan dan BBM subsidi yang diterima tidak boleh diperjualbelikan kembali.

“BBM subsidi hanya digunakan oleh end user sesuai peruntukannya, baik untuk usaha perikanan, pertanian, pelayanan umum, maupun usaha masyarakat lainnya,” tambahnya.

Sejumlah wilayah di Kepri menjadi fokus percepatan implementasi, di antaranya Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, dan Natuna. “Berdasarkan data monitoring aplikasi XStar, hingga saat ini telah diterbitkan lebih dari 103 ribu Surat Rekomendasi di wilayah Kepulauan Riau,” tutur Fathul.

Pemerintah Kabupaten Bintan menyambut baik implementasi aplikasi tersebut, terutama untuk membantu masyarakat pesisir dan nelayan mendapatkan akses BBM subsidi yang lebih tertib dan mudah.

“Semoga dengan implementasi XStar ini, nelayan-nelayan di Kabupaten Bintan sebagai konsumen pengguna dapat menikmati BBM bersubsidi dari Pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Bintan,” kata perwakilan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Bintan Hendri Elfiandi.

Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Teknologi Informasi Hilir Migas Abdul Halim, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kepri Luki Zaiman Prawira, Sales Area Manager (SAM) Kepri Pertamina Patra Niaga (PPN) Bagus Handoko, dan Ketua Hiswana Migas Kepri Harian Haris.

Pemantauan Lapangan

Dalam rangkaian kunjungannya, Fathul juga melakukan monitoring penyaluran BBM subsidi bagi kapal penumpang milik ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Kamis (14/5/2026).

Fathul mengungkapkan, penyaluran BBM subsidi untuk kapal penumpang penting guna menjaga tarif transportasi laut tetap terjangkau bagi masyarakat di wilayah kepulauan. “Dengan adanya BBM subsidi ini, tiket penyeberangan menjadi lebih _affordable_ bagi masyarakat Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Selain itu, BPH Migas juga meninjau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker (SPBB) di kawasan Sekupang, Batam. Dari hasil pemeriksaan, kualitas BBM yang disalurkan kepada kapal penumpang sesuai standar Pemerintah. “Baik dari sisi densitas (berat jenis) maupun temperatur, hasilnya normal serta sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Teknologi Informasi Hilir Migas Abdul Halim, General Manager ASDP Cabang Batam Reno Yulianto, SAM Kepri PPN Bagus Handoko, dan Sales Branch Manager Batam PPN Nafi Alif.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT