Surat Rekomendasi BBM Permudah Nelayan Teluk Bayur Melaut

Nelayan di Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat, merasakan langsung manfaat penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang berjalan lancar. Melalui mekanisme Surat Rekomendasi, nelayan kini lebih mudah mendapatkan BBM untuk melaut.

Hal ini diakui langsung salah satu pemilik bagan (kapal ikan) Azwin yang menyebutkan bahwa distribusi BBM subsidi yang difasilitasi Pemerintah membuat aktivitas melaut menjadi lebih pasti.

“Kami nelayan Sumatera Barat khususnya Kota Padang, mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Presiden kita, Bapak Prabowo yang telah memfasilitasi kebutuhan BBM subsidi untuk nelayan-nelayan kecil di Kota Padang,” ujarnya saat disapa Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas di Teluk Bayur, Sabtu (18/4/2026).

Tak lupa, Azwin juga menyampaikan apresiasi kepada BPH Migas atas dukungan kemudahan pembuatan Surat Rekomendasi pembelian BBM subsidi bagi nelayan di wilayahnya. “Sangat terbantu dengan penyediaan BBM subsidi yang sangat diperlukan oleh kita (nelayan). Terima kasih,” tambahnya.

Senada, Ketua Usaha Bersama (UB) Bagan Setra Abadi Erwin BL menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah terhadap kebutuhan nelayan, khususnya terkait BBM subsidi. Ia menilai kebijakan ini membantu keberlangsungan usaha para nelayan. “Berterima kasih banyak. Kami sebagai nelayan terbantu untuk (ketersediaan) BBM subsidi” katanya.

Sementara itu, Nelayan lain bernama Jasrizal juga merasakan manfaat nyata kebijakan pembelian BBM subsidi melalui Surat Rekomendasi sebagai kebutuhan utama untuk melaut. Ia menegaskan komitmen menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukan dan tidak akan menyalahgunakannya. “Satu liter pun kami jaga. Semoga lancar dan tidak ada kendala di kemudian hari,” tuturnya.

Saat menyapa masyarakat, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjelaskan pentingnya komitmen bersama antara BPH Migas, Konsumen Pengguna nelayan, dan Badan Usaha Penugasan untuk menjaga agar BBM subsidi tidak disalahgunakan. “Semoga rekan-rekan nelayan dapat menerima manfaat kehadiran Pemerintah dalam mendapakatkan BBM subisidi dan kompensasi,” ujarnya.

Di Teluk Bayur sendiri,nelayan telah memanfaatkan Surat Rekomendasi untuk memperoleh BBM subsidi. Pembelian BBM dilakukan di SPBU terdekat yang berjarak hanya sekitar 3 kilometer. Pengambilan BBM dilakukan langsung oleh nelayan atau diwakilkan kepada salah satu anggota kelompok nelayan dengan menggunakan surat kuasa. Kebutuhan BBM subsidi sekitar 600 hingga 1.200 liter subsidi untuk melaut selama 5 hingga 7 hari.

Sebelumnya, Wahyudi telah meninjau langsung penyaluran BBM subsidi melalui Surat Rekomendasi di salah satu Stasiun Pengisian Bakar Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Padang Selatan, Sumatera Barat. Seluruh nelayan terpantau telah melengkapi seluruh persyaratan. Pemanfaatan teknologi informasi untuk membeli BBM subsidi berjalan lancar dan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penerbitan Surat Rekomendasi untuk nelayan juga diperkuat dengan adanya surat rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta mekanisme pembelian BBM Subsidi sesuai regulasi yang telah ditetapkan.

Wahyudi menegaskan, pembelian BBM subsidi yang menggunakan Surat Rekomendasi harus benar-benar terukur sesuai kebutuhan nelayan saat melaut dan hanya untuk kapal nelayan yang bervariasi di bawah 30 GT.

“Surat Rekomendasi efektif dalam memastikan distribusi tepat sasaran kepada nelayan yang berhak dan proses pengambilan BBM dapat berjalan tertib. Pembelian BBM dilakukan secara rutin oleh nelayan setiap pagi sebelum melaut, sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya.

Wahyudi berharap BBM subsidi semakin tepat sasaran dan tepat manfaat bagi masyarakat yang berhak. Tersedianya BBM subsidi akan mendukung produktivitas serta meningkatkan perekonomian nelayan. Kampung Nelayan Teluk Bayur di kota Padang juga dilengkapi dengan fasilitas tempat penjualan hasil melaut langsung kepada masyarakat, mengingat letaknya yang berdekatan dengan pemukiman masyarakat dan pelabuhan utama.

Dengan kandungan protein yang tinggi, konsumsi ikan hasil tangkapan secara rutin juga mendukung pembentukan generasi muda yang lebih sehat dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa Indonesia.

“Semakin pandai dan semakin maju untuk membangun bangsa dan negara,” pungkas Wahyudi.

Kegiatan ini turut dihadiri Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Sunardi.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT