BPH Migas Dorong Optimalisasi Infrastruktur Gas Bumi Melalui Pipa di Pemalang

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong optimalisasi infrastruktur gas bumi untuk meningkatkan pemanfaatan gas domestik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I dan II diharapkan memperkuat pasokan energi bagi industri sekaligus membuka peluang perluasan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Jawa Tengah.

Anggota Komite BPH Migas Harya Adityawarman menyampaikan, pipa Cisem menghubungkan jaringan transmisi gas bumi Sumatera dan Jawa Bagian Barat dengan jaringan Jawa Bagian Timur. Konektivitas ini memungkinkan penyaluran gas antardaerah menjadi lebih fleksibel, termasuk untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga.

“Jika pipa transmisi Duri-Semangke (Dusem) nanti selesai terbangun, maka sepenuhnya pipa Transmisi dari Aceh hingga Gresik tersambung, distribusi gas bumi menjadi sangat fleksibel. Pasokan dari Sumatra bisa kita alirkan ke Jawa Tengah atau sebaliknya, dari Jawa Timur dialirkan ke Jawa Tengah, Jawa Barat pun itu memungkinkan karena sudah ada pipa transmisi yang terhubung. Perlu diketahui, gas bumi tidak hanya untuk industri, tetapi juga untuk rumah tangga melalui jargas,” terang Harya ketika menjadi pembicara dalam acara Bimbingan Teknis dan Penyebarluasan Informasi Terkait Pengaturan dan Pengawasan Gas Bumi Melalui Pipa di Pemalang, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2026).

Menurut Harya, optimalisasi gas bumi dalam negeri semakin penting karena Indonesia masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional. Di sisi lain, temuan cadangan energi nasional belakangan ini didominasi gas alam sehingga pemanfaatannya perlu terus ditingkatkan.

“Gas bumi adalah komoditas utama dalam masa transisi energi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT)” Pemerintah terus mendorong pembangunan jargas untuk rumah tangga dan pelanggan kecil. Beberapa kelebihan dari jargas antara lain jauh lebih praktis, aman, dan andal karena mengalir terus selama 24 jam tanpa perlu repot berganti tabung,” tambahnya.

Untuk memperluas pemanfaatan gas bumi khususnya jargas rumah tangga, BPH Migas telah meminta PT PGN melakukan survei minat masyarakat termasuk di Kabupaten Pemalang. “Survei tersebut diperlukan untuk memetakan kebutuhan dan potensi pemasangan jaringan gas bumi rumah tangga, terutama di wilayah yang dilintasi pipa transmisi gas bumi,” ujar Harya.

Anggota Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ramson Siagian menilai, konektivitas jaringan gas bumi di Jawa dan Sumatera berpotensi mempercepat pertumbuhan ekonomi, terutama di kawasan pantai utara Jawa Tengah. Ketersediaan gas diharapkan mendukung perkembangan kawasan industri sekaligus memperluas pilihan energi bagi masyarakat.

“Dengan tersambungnya pipa gas Cisem, kawasan industri Kendal, Batang, Pekalongan, hingga Pemalang akan makin tumbuh cepat. Gas bumi merupakan energi bersih dan efisien yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri maupun rumah tangga,” ujarnya.

Ramson juga mengapresiasi kegiatan bimbingan teknis yang diselenggarakan BPH Migas. Menurut dia, kegiatan tersebut membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kebijakan pengelolaan energi nasional sekaligus membuka wawasan tentang potensi ekonomi dari pembangunan infrastruktur gas bumi di daerah.

Harapan agar jaringan gas segera menjangkau permukiman disampaikan Maryam (45), warga Desa Sikayu, Kecamatan Comal, yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku memperoleh pengetahuan mengenai manfaat penggunaan gas bumi melalui pipa dan berharap fasilitas itu dapat segera tersedia di desanya.

“Harapan saya, semoga jaringan gas ini dengan manfaatnya yang lebih hemat, lebih efisien , tersedia 24 jam dengan pembayaran yang begitu mudahnya, dapat segera bisa terpasangkan di desa kami,” ucapnya.

Kusnanto (56), warga Desa Kebagusan, Kecamatan Ambel Gedeng, juga berharap pembangunan jaringan gas rumah tangga dapat menjangkau masyarakat di Kabupaten Pemalang. “Mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Pemalang dapat dialiri gas agar dapat menghemat pengeluaran rumah tangga,” pungkasnya.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut turut dihadiri Area Head Semarang PT PGN Sugianto Eko Cahyono.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT