Masyarakat Sidoarjo Rasakan Manfaat Gunakan Jargas, Lebih Efisien dan Aman

Manfaat hadirnya jaringan gas bumi (Jargas) di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, kian dirasakan oleh masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha. Penggunaan energi rendah emisi ini mampu menekan biaya sekaligus memberikan rasa aman dalam penggunaan sehari-hari.

Dalam monitoring lapangan yang dilakukan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), pelanggan kategori Rumah Tangga (RT) dan Pelanggan Kecil (PK) mengaku merasakan efisiensi biaya yang dikeluarkan setiap bulannya. Sugeng, salah satu pelanggan Rumah Tangga, mengatakan bahwa pengeluarannya kini lebih hemat dibanding saat masih menggunakan elpiji.

“Pemakaian jargas selama sebulan rata-rata hanya habis sekitar 70 sampai 90 ribu rupiah. Ini jauh lebih hemat dibandingkan saat masih pakai elpiji yang bisa habis sekitar 120 ribu rupiah (per bulan),” ungkapnya saat disapa Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono dan Hasbi Anshory di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/04/2026).

Cerita serupa juga disampaikan Dewi, pelaku usaha katering kategori Pelanggan Kecil. Ia menilai jargas tak hanya efisien, tetapi juga lebih aman digunakan untuk menunjang aktivitas usahanya. “Pemanfaatan jargas ini jauh lebih aman untuk kami pengguna gas UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) katering,” ujarnya.

Dewi mengungkapkan, penggunaan jargas lebih praktis karena tidak perlu lagi mengganti tabung saat gas habis, sehingga operasional usaha dapat berjalan lebih lancar tanpa gangguan.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono menjelaskan bahwa salah satu tugas BPH Migas adalah menetapkan harga jual Jargas kepada masyarakat. Karena itu, monitoring lapangan diperlukan untuk memastikan kebijakan berjalan optimal.

“Program unggulan Pemerintah ini menjamin keamanan, ketersediaan, serta kemudahan penggunaan, sehingga kami melihat minat masyarakat untuk memasang Jargas terus meningkat,” terangnya.

Arief berharap optimalisasi pemanfaatan gas bumi melalui Jargas dapat memperluas akses dan pemerataan energi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji. “Kami berharap Pemerintah dapat terus menambah jangkauan Jargas, agar proses konversi dari elpiji ke jaringan gas bumi dapat berjalan lebih cepat,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Hasbi Anshory menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelancaran pemanfaatan Jargas, termasuk melaporkan apabila terdapat kendala yang ditemui.

“Keuntungan menggunakan Jargas adalah sistemnya yang terkontrol dan petugas selalu melakukan monitoring di lapangan agar setiap rumah tangga dan pelaku usaha merasa aman saat menggunakan energi ini,” ucapnya.

Hasbi menegaskan, keamanan dan kenyamanan pengguna menjadi prioritas utama dalam implementasi program Jargas. “Pengawasan yang ketat menjadi kunci agar distribusi gas tetap stabil dan dapat diandalkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Manager Infrastructure & Operations City Gas PT Pertagas Niaga Dwi Wahyono.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT