Pemerintah memperkuat sinergi pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Sumatera Selatan. Melalui koordinasi lintas instansi dan pemantauan langsung di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), distribusi BBM diupayakan semakin tepat sasaran sekaligus mengurangi antrean.
Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief menjelaskan, koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi bagian penting untuk memastikan kuota BBM bersubsidi yang dialokasikan Pemerintah dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.
“Melalui arahan Gubernur, kami melihat koordinasi ini sangat penting, terutama untuk penyediaan dan pendistribusian BBM di Sumatera Selatan. Terkait penetapan kuota, meskipun setiap daerah sudah mengajukan usulan, kami tetap mengevaluasi realisasi serapan pada tahun sebelumnya,” ujarnya di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Palembang, Selasa (7/7/2026).
Eman mengutarakan, penetapan kuota BBM bersubsidi dilakukan melalui proses yang berjenjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Masukan-masukan dari Pak Gubernur terkait penambahan kuota akan kami bawa ke pusat untuk didalami,” ungkap Eman.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Hasbi Anshory menilai, selain pembahasan kuota, pengawasan intensif di lapangan menjadi faktor utama agar hak masyarakat atas BBM bersubsidi tetap terjaga.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar Pak Gubernur terhadap Sumatera Selatan, demi memastikan subsidi jatuh ke tangan yang berhak. Sebab, itulah salah satu tugas utama kami,” ungkapnya.
Menurut Hasbi, setiap usulan penambahan kuota akan diverifikasi secara ketat dan harus disesuaikan dengan kemampuan operasional SPBU. Penambahan alokasi tidak otomatis mengurangi antrean apabila kapasitas penyaluran di SPBU masih terbatas. Hasbi menambahkan, salah satu tantangan di SPBU adalah terbatasnya jumlah nozzle untuk menyalurkan BBM ke kendaraan konsumen.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota memiliki pemahaman yang sama mengenai pembagian kuota, mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga alokasi di masing-masing SPBU. Ia juga meminta Pertamina Patra Niaga memetakan wilayah yang mengalami kekurangan maupun kelebihan pasokan agar distribusi lebih merata.
“Saya minta Pertamina Patra Niaga segera membedah data wilayah untuk memetakan secara detail area mana saja yang mengalami defisit ekstrem, area yang sudah aman, maupun area yang justru berlebih atau oversupply,” pintanya.
Lebih lanjut, Herman Deru juga meminta aparat kepolisian memperketat pengawasan terhadap pembelian BBM di lapangan.
Sementara itu, Region Manager Retail Sales Area Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Pertamina Patra Niaga Ayub Ritto menyatakan komitmen penuh pihaknya dalam mendistribusikan BBM subsidi.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumatera Selatan Hendriansyah dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Kombes Pol Doni Satrya Sembiring, Koordinator Pengawasan BBM Umum BPH Migas Prima K. Panggabean, Subkoordinator Pengawasan BBM Khusus Penugasan BPH Migas Aries Andjar Sulistyono, Walikota dan Bupati di Provinsi Sumatera Selatan, Sales Area Manager Retail Sumsel Dhamba Herviyanto Tadjudin, Sales Baranch Manager Fuel Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir Prabumulih Taufik R. Lubis.
Pantau Langsung Penyaluran BBM di Palembang
Selanjutnya, hari Rabu (8/7/2026), BPH Migas memantau langsung sejumlah SPBU di Palembang. Pemantauan dilakukan untuk memastikan stok, kualitas BBM, kualitas pelayanan, serta keakuratan penyaluran BBM kepada masyarakat.
“Kami mengunjungi salah satu SPBU di Palembang dan melihat pelayanan penyaluran berjalan dengan baik. Kami juga mengecek tera harian untuk memastikan keakuratan takaran BBM, dan hasilnya terjaga dengan baik,” jelas Eman.

Selain memeriksa akurasi nozzle, BPH Migas juga mengecek fungsi kamera CCTV di area digitalisasi SPBU sebagai bagian dari pengawasan distribusi. “Kami juga berdialog langsung dengan masyarakat yang sedang mengisi BBM untuk menyerap aspirasi mereka mengenai ketersediaan di lapangan. Kami berharap distribusi BBM di Sumatera Selatan dapat terus berjalan optimal,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Sales Branch Manager Area Palembang, Banyuasin, dan Musi Banyuasin Pertamina Patra Niaga Staleva Putra.