Stok BBM Riau Aman, Antrean Kendaraan Berangsur Normal

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan PT Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Riau. Peninjauan dilakukan di tiga SPBU yang berada di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Pemantauan ini merupakan tindak lanjut aduan masyarakat terkait antrean panjang dalam pembelian BBM di Riau. Pemerintah terus memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.

“Berdasarkan hasil monitoring lapangan, antrean di SPBU mulai berangsur normal. Stok BBM aman karena Pertamina telah menambah pasokan untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak perlu panic buying karena stok aman tersedia,” ujar Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono, Selasa (5/5/2026).

BPH Migas juga menyampaikan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta petugas SPBU yang telah berperan aktif menjaga kelancaran distribusi BBM. Peningkatan stok, penambahan armada tangki BBM, serta percepatan penyaluran ke SPBU terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Petugas di lapangan terus melakukan monitoring dan pengawasan stok sehingga distribusi tetap terjaga dan masyarakat bisa mendapatkan BBM dengan baik dan normal,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Arief menegaskan, Pemerintah terus menjaga agar penyaluran BBM subsidi dan kompensasi tepat sasaran, tepat volume, dan tepat guna.

“Setiap tetes BBM subsidi dan kompensasi menggunakan uang negara dan karena itu harus dapat pertanggungjawabkan penggunaannya. Upaya untuk memastikannya, antara lain menggunakan QR Code, serta aplikasi XStar untuk konsumen pengguna. Aplikasi ini dirancang BPH Migas sebagai instrumen pengawasan agar distribusi BBM bersubsidi dapat diterima oleh pihak yang benar-benar berhak menerimanya,” pungkas Arief.

Anggota Komisi XII DPR Muhammad Rohid turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying. Stok BBM juga tersedia dengan baik.

“Karena sebenarnya tidak ada kelangkaan BBM di SPBU. Orang yang ikut mengantri, mungkin minyaknya (BBM) masih ada. Tapi karena ketakutan, jadi ingin beli minyak juga. Akhirnya antreannya menjadi panjang,” katanya.

Rohid juga meminta SPBU meningkatkan sarana dan fasilitas pendukung, termasuk menyiapkan jaringan telekomunikasi cadangan dan petugas pengatur antrean agar pelayanan tetap optimal.

Sementara itu, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Sunardi memastikan stok BBM di dua depo utama, yakni Terminal BBM Siak dan Dumai, dalam kondisi aman.

“Kami berusaha tetap menjaga posisi stok agar tetap aman. Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa sampai akhir tahun nanti, harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan,” pungkasnya.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT