Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah meninjau kesiapan pasokan energi di wilayah Jawa Barat. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengunjungi Fuel Terminal Padalarang di Bandung Barat, Senin (16/3/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), serta kesiapan infrastruktur distribusi energi di Bandung Raya yang menjadi salah satu jalur utama pemudik dan tujuan wisata.
“Kita melakukan pengecekkan ketersediaan BBM dan juga LPG, untuk layanan untuk Bandung Raya dipastikan aman karena untuk ketersediaan di depo terpadu di sini juga sangat memadai. Yang tadinya rata-rata secara layanan itu mungkin sekitar tujuh sampai delapan hari, ini sudah ditingkatkan di atas 10 hari. Jadi ini merupakan bagian peningkatan layanan,” ujar Yuliot.
Menurutnya, Pemerintah juga mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat di jalur utama dan kawasan wisata di Jawa Barat yang biasanya meningkat setelah hari raya.
“Bagaimana kita memberikan layanan, yang pertama itu adalah kita perhatikan layanan untuk jalur utama baik itu melalui tol. Yang kemudian akses utama bagi para pemudik, dan juga ini untuk tujuan wisata. Biasanya untuk Jawa Barat itu justru kegiatan wisatanya H+2 jadi ini mulai padat. Jadi, antisipasinya itu adalah menyiapkan tangki-tangki pada daerah-daerah tertentu dan juga ada layanan itu melalui motor dan juga layanan mobile lain yang disiapkan oleh Pertamina,” jelasnya.
Secara nasional, cadangan energi juga berada di atas batas minimum yang diatur dalam regulasi pemerintah. “Rata-rata ini sekitar 27 sampai dengan 28 hari, sementara kalau kita lihat cadangan minimum secara regulasi adalah sekitar 21 hari,” ungkapnya.
Sebelumnya, Yuliot juga meninjau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling untuk melihat kesiapan sistem kelistrikan menjelang periode Ramadan dan Idulfitri. “Pagi tadi saya melakukan kunjungan ke PLTA Saguling untuk melihat operasional yang ada di PLTA Saguling. Untuk di PLTA Saguling dari sisi operasional cukup andal dan juga secara nasional dari sisi ketersediaan energi listrik beban puncak sekitar 35 GW dan sementara daya mampu kita sebesar 52 GW,” katanya.

Yuliot menambahkan kapasitas tersebut menunjukkan sistem kelistrikan nasional memiliki cadangan yang cukup kuat untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik. “Ini merupakan cadangan yang cukup andal, kalau ini ada permintaan ini juga ini bisa ditingkatkan ketersedian energi listriknya baik dari sisi ketersedian maupun dari sisi operasionalnya,” tuturnya.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 1446 H Tahun 2026 Erika Retnowati menyampaikan bahwa selama periode Posko, Pemerintah menyiagakan 125 Terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU). Fasilitas tambahan juga disiapkan di wilayah dengan permintaan tinggi.
“Sementara untuk antisipasi bencana geologi, telah dibentuk Tim Tanggap Darurat Bencana Geologi yang akan merespon dengan cepat setiap bencana yang terjadi, siaga dalam waktu 24 jam, dan meningkatkan pemantauan gunung api secara cermat di beberapa gunung api aktif,” ungkap Erika.

Di tempat yang sama, Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga (PPN) Taufik Aditiyawarman mengatakan pihaknya terus menjaga ketersediaan energi sesuai ketentuan stok minimum nasional yang telah ditetapkan Pemerintah. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi internal Pertamina serta dengan Kementerian ESDM selama masa Ramadan dan Idulfitri.
“Tentunya kami dari Pertamina Patra Niaga bertugas untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG sesuai dengan stok nasional minimum yang telah digariskan, baik oleh BPH Migas dan Kementerian ESDM,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Investasi dan Ekonomi Muhammad Mahmud Azhar Lubis, Anggota Dewan Energi Nasional Unggul Priyanto dan Surono, Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas KESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, Sekretaris Ditjen Ketenagalistrikan KESDM Wanhar, Direktur Optimalisasi Hilir dan Distribusi PPN Hari Purnomo, dan Direktur Operasi Pembangkit Batubara PT PLN Indonesia Power Muhamad Hanafi Nur Rifai.