BPH Migas Pantau Ketersediaan BBM Kapal Laut di Pelabuhan Merak

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mobilitas masyarakat mulai meningkat, termasuk pergerakan pemudik dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera melalui lintasan Pelabuhan Merak-Bakauheni. Untuk memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap aman, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Arief Wardono melakukan pemantauan ke PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, Selasa (17/3/2026).

Pemantauan dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan, termasuk ketersediaan stok BBM dan kesiapan armada kapal penyeberangan. Lintasan Merak-Bakauheni merupakan jalur penting yang menghubungkan dua pulau dengan populasi terbesar di Indonesia.

Arief mejelaskan, sinergi antara BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga, dan PT ASDP Indonesia Ferry perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat selama mudik berjalan lancar dengan menjaga kelancaran suplai BBM kepada transportasi khusus kapal laut.

“Kehadiran kita bersama dengan Pertamina agar koordinasi lebih cepat dan jika terjadi permasalahan dapat diselesaikan dengan segera, karena BBM subsidi kepada ASDP ini harus tepat sasaran sehingga mampu memberikan kelancaran operasi dari ASDP terutama di momen-momen yang penting seperti ini.” terangnya.

Arief pun menyampaikan apresiasi kepada ASDP dan Pertamina Patra Niaga atas kesiapan dalam menjaga kelancaran arus mudik di lintasan Merak-Bakauheni.

“Terima kasih atas kesiapan yang telah menjaga pergerakan arus mudik masyarakat yang sangat masif sehingga bisa dilayani dengan baik,” ucapnya.

Direktur Operasi & Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rio Theodore Natalianto Lasse mengatakan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan penumpang pada periode mudik dan arus balik.

“PT ASDP Indonesia Ferry lintasan Merak-Bakauheni telah menyiapkan armada kapal lebih banyak. Jika di hari biasa kita menyiapkan 20 sampai 21 kapal namun pada arus mudik ini kita menyiapkan 28-33 armada kapal dengan total 135 trip per hari selama 24 jam.” ujar Rio.

Selain penambahan kapal, ASDP juga menerapkan pola operasional Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Sistem ini dirancang untuk mempercepat pelayanan di pelabuhan sehingga pergerakan kapal lebih efisien.

Sementara itu, Sales Branch Manager II Banten Fuel PT. Pertamina Patra Niaga Roby Kurniawan memastikan kebutuhan BBM untuk kapal penyeberangan di Pelabuhan Merak dalam kondisi aman.

“Terkait dengan peningkatan suplai, kami juga telah berkoordinasi dengan Fuel Terminal Tanjung Gerem terkait penambahan Mobil Tangki dan Awak Mobil Tangki yang dibagi menjadi 3 shift untuk melayani kebutuhan BBM di Pelabuhan Merak.” jelasnya.

Turut hadir Anggota Dewan Energi Nasional Mohammad Fadhil Hasan dan Direktur Teknik PT. ASDP Indonesia Ferry Nana Sutisna.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT