Wamen ESDM Resmikan CISEM 2, Dorong Daya Saing Industri

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meresmikan pengaliran gas perdana (gas in) jaringan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang Tahap 2 atau Pipa CISEM 2, ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur di Stasiun ESDM Batang, Jawa Tengah, Rabu (8/3/2026).

Proyek ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem energi nasional. Jaringan pipa CISEM 2 diharapkan mampu meningkatkan keandalan transmisi gas sekaligus mendorong daya saing industri, khususnya di Pulau Jawa yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Adanya jaringan pipa transmisi yang terintegrasi ini akan lebih meningkatkan daya saing ekonomi kita secara keseluruhan. Kita juga merancang untuk peningkatan daya saing industri, terutama untuk Kawasan Ekonomi dan Kawasan Ekonomi Khusus terutama yang ada di Batang,” papar Yuliot dalam peresmian tersebut.

Pipa gas sepanjang 242 kilometer ini dibangun selama 19 bulan sebagai bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.

“Dari sisi potensi untuk gas, Alhamdulillah ini kita juga sudah melaksanakan berbagai kegiatan eksplorasi dan juga sumur-sumur produksi dan sebagian besar yang dihasilkan itu adalah gas. Dengan adanya sumber gas yang ada di kawasan timur Indonesia dan juga yang ada dari Andaman dan juga di Natuna, ini kita integrasikan dalam satu sistem. Ini sistem transmisi gas nasional,” jelasnya.

Integrasi sistem gas nasional tersebut dinilai akan mempermudah pengembangan kawasan industri, kawasan pertumbuhan, hingga kawasan komersial. Infrastruktur ini juga diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah yang dilalui jaringan pipa.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyebut seluruh tahapan pengujian jaringan pipa telah dilalui, termasuk uji kebocoran yang menunjukkan hasil aman. Infrastruktur pun siap menyalurkan gas ke konsumen.

“Saat ini sudah ada komitmen dari beberapa konsumen yang menyatakan minatnya untuk memanfaatkan gas yang dialirkan melalui ruas pipa CISEM ini seperti Kilang Balongan, Cikarang Listrindo Tbk, Pupuk Kujang dan beberapa industri lain,” ujarnya.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menambahkan, BPH Migas mendukung optimalisasi dan percepatan komersialisasi pipa transmisi gas bumi CISEM 2. Hadirnya pipa transmisi gas bumi CISEM 2 ini mengintegrasikan jaringan transmisi gas bumi mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah sepanjang 1.000 kilometer yang tersambung pipa transmisi eksisting di Jawa Barat.

Peningkatan pemanfaatan gas bumi menjadi target agar dapat menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG, terutama untuk kebutuhan sektor industri dan komersial umum lainnya, sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.

“BPH Migas segera menetapkan hak khusus kepada Badan Usaha yang ditunjuk sebagai operator jaringan pipa. Selanjutnya, BPH Migas secara regulasi akan melakukan penyiapan penetapan tarif (toll fee) yang kompetitif untuk usaha pengangkutan gas bumi,” pungkasnya.

Turut hadir dalam peresmian ini, Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati dan Fathul Nugroho, Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha, Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, Plh. Direktur BBM BPH Migas Nuryanti Wijayanti, dan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT