BPH Migas Ajak Mahasiswa Universitas Brawijaya Ikut Menjaga BBM Subsidi Tepat Sasaran

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengajak mahasiswa Universitas Brawijaya memahami pengelolaan sektor hilir migas sekaligus terlibat dalam pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Pesan tersebut disampaikan dalam BPH Migas Goes To Campus bertema “Gen-Z Talks: Subsidi Tepat Bagi Masyarakat yang Berhak” di Universitas Brawijaya, Malang, Rabu (16/9/2026).

Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa menjelaskan, sektor hilir migas memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk aktivitas mahasiswa. Kendaraan menuju kampus, pengiriman makanan dan minuman dan barang, hingga proses produksi berbagai kebutuhan masyarakat membutuhkan energi.

“Bahkan ketika kita berbicara mengenai listrik, transportasi, logistik, industri, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari, energi menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” terangnya.

Menurut Baskara, pemerintah hadir untuk menyediakan energi yang terjangkau bagi masyarakat, antara lain melalui kebijakan BBM subsidi dan BBM kompensasi. Karena subsidi merupakan bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan justru kesulitan mendapatkan BBM, sementara BBM subsidi yang diperuntukkan bagi mereka (masyarakat yang berhak) digunakan oleh pihak yang tidak berhak. Di sinilah pentingnya kita bersama-sama menjaga agar subsidi tepat sasaran,” tegasnya.

Baskara menjelaskan, dinamika global turut memengaruhi sektor energi. Karena itu, BPH Migas mendorong mahasiswa menjadi bagian dari pengawasan publik dengan menyampaikan informasi melalui kanal resmi. Apabila menemukan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, salah satunya melalui WhatsApp Helpdesk BPH Migas.

“Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi mitra BPH Migas dalam membangun literasi energi dan mengawal subsidi agar tepat sasaran. Jika rekan-rekan mahasiswa melihat adanya dugaan penyalahgunaan BBM Subsidi silahkan dapat melaporkan kepada BPH Migas melalui Layanan Whatsapp Helpdesk BPH Migas di nomor 081230000136,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Rektor Universitas Brawijaya Widodo menyampaikan, mahasiswa perlu mempersiapkan diri untuk mengambil peran dalam memberikan nilai tambah terhadap kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, hilirisasi diperlukan agar sumber daya alam tidak hanya menghasilkan bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

“Manfaat kekayaan alam akan lebih tinggi jika ada industrialisasi di situ. Jangan hanya bahan mentah saja, namun harus bisa mengolah. Itulah pentingnya peran mahasiswa, diharapkan bisa menjadi entrepreneur agar kekayaan alam kita memiliki value (nilai) lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Patra Niaga (PPN) Alimuddin Baso mengapresiasi pelaksanaan BPH Migas Goes to Campus sebagai ruang untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa.

Pertamina Patra Niaga juga mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan oleh BPH Migas, karena BPH Migas telah membantu Pertamina Patra Niaga dalam memberikan supervisi terhadap penyaluran BBM Subsidi. “Untuk selalu memenuhi dan memanage (mengatur), sehingga kebutuhan-kebutuhan BBM dapat terpenuhi dengan baik” ujar Alimuddin.

Ia juga mendorong mahasiswa terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional sebagai bekal memasuki dunia kerja.

“Tuntutlah ilmu setinggi mungkin dan tingkatkan kemampuan serta keterampilan rekan-rekan mahasiswa serta berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler,” pesannya.

*Edukasi Pengawasan BBM*

Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi kepada sejumlah mahasiswa terpilih untuk mengikuti proses pengawasan penyaluran BBM di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Tlogomas, Malang. Baskara mengajak perwakilan mahasiswa melihat secara langsung proses distribusi BBM subsidi dan kompensasi kepada masyarakat.

“Untuk penyaluran BBM subsidi kita harus benar-benar memastikan, mulai dari QR Code kendaraan dan nomor polisi kendaraan agar tepat sasaran,” ujarnya kepada para mahasiswa.

Salah satu mahasiswa Universitas Brawijaya, Salsa (22), mengatakan, kunjungan lapangan ini memberikan pemahaman mengenai pengawasan BBM di lapangan.

“Terkait pengawasan BBM, kita banyak mendapat pembelajaran bagaimana pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh BPH Migas di SPBU,” pungkasnya.

Kegiatan turut dihadiri Sales Area Manager PPN Bali Alam Kanda Winali dan Sales Branch Manager PPN Malang Imam Rizki Arianto.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT