Kepala BPH Migas Pantau Kelancaran Distribusi BBM di Jalur Banyuwangi-Jember

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas memantau kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya. Sebagaimana diketahui sebelumnya, kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang sempat menghambat pergerakan armada pengangkut BBM. Wahyudi memantau langsung PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Ketapang dan Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur.

Wahyudi juga melihat kondisi terkini lalu lintas kendaraan sekaligus memastikan distribusi BBM di wilayah Banyuwangi, Jember, Situbondo, dan Bondowoso tetap berjalan dengan baik. Pasokan BBM untuk operasional ASDP yang berasal dari IT Tanjung Wangi sempat menghadapi tantangan distribusi akibat kemacetan dan antrean kendaraan yang mengular di kawasan pelabuhan.

“Kami mengharapkan kesadaran dari para pengemudi kendaraan bermuatan besar atau kendaraan dengan sasis panjang (long chassis) agar tidak memarkir kendaraan mereka di sepanjang jalur utama menuju akses masuk Pelabuhan ASDP. Hal itu mengganggu pergerakan truk pengangkut BBM,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jumat (11/09/2026).

Wahyudi mengutarakan, kepadatan terutama dipengaruhi banyaknya kendaraan logistik berukuran besar yang parkir di luar area penampungan. Sementara itu, dari sisi ketersediaan stok BBM dan mekanisme distribusi secara umum berada dalam kondisi aman.

“Manajemen mekanisme distribusi di lapangan ini sangat krusial. BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga telah melakukan upaya terbaik dan sangat tanggap untuk menyiapkan langkah darurat guna mengurai kemacetan. Hasilnya, sejak tiga hari lalu antrean kendaraan sudah mulai landai, dan hari ini kondisi SPBU yang kami pantau di sepanjang jalan sudah kembali normal dan tidak ada antrean,” tambahnya.

Kepadatan kendaraan terjadi seiring meningkatnya volume pengguna jasa penyeberangan ASDP dalam beberapa hari terakhir, baik masyarakat, angkutan barang, maupun kendaraan logistik. Volume kendaraan roda dua tercatat meningkat hingga 42 persen. Sedangkan kendaraan roda empat, termasuk mobil pribadi, angkutan penumpang, dan kendaraan barang, tercatat mengalami kenaikan sekitar 8 persen.

Untuk menjaga distribusi BBM tetap berjalan, BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga menyiapkan sejumlah langkah alternatif. Salah satunya dengan mengalihkan titik suplai BBM apabila jalur utama dari Banyuwangi menghadapi hambatan.

BPH Migas juga meminta Pertamina Patra Niaga agar dapat melakukan deteksi dini untuk melaksanakan skema Regular Alternative Emergency (RAE), mengingat pelabuhan ketapang merupakan jalur distribusi logistik utama. Di samping itu, jalur Gunung Gumitir merupakan akses jalan utama yang menghubungkan Integrated Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi dengan Kabupaten Jember dan Lumajang juga perlu mendapatkan perhatian, mengingat adanya potensi longsor dan jalur padat kendaraan besar yang berpotensi menghambat arus lalu lintas di wilayah tersebut.

“Pertamina sudah menyiapkan skema Regular Alternative Emergency, di mana suplai BBM yang semula berasal dari Integrated Terminal Banyuwangi dialihkan ke Fuel Terminal yang ada di Surabaya untuk mencakup (memenuhi) kebutuhan di wilayah Jember, Situbondo, Bondowoso, serta terpenuhi 100 persen untuk wilayah Lumajang,” pungkasnya.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Media Syahrianto menyampaikan apresiasi kepada BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga atas dukungan dalam penanganan kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang. ASDP juga menambah satu armada kapal untuk mengoptimalkan kapasitas pengangkutan kendaraan.

“Sehingga dapat memuat kendaraan kembali dengan lebih optimal. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti aturan yang berlaku karena seluruh pengguna jasa dipastikan akan mendapatkan jadwal penyeberangan,” ungkapnya.

Sementara itu, IT Manager Tanjung Wangi Feri Saparudin menjelaskan, pihaknya menerapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk mengalihkan titik suplai BBM untuk wilayah Situbondo dan Bondowoso. “Kami juga bekerja sama dengan kepolisian, KP3 (Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan), dan Polairud (Kepolisian Perairan dan Udara) untuk melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur Banyuwangi-Situbondo,” ujarnya.

Kegiatan pemantauan ini turut dihadiri, Executive Director Regional III ASDP Indonesia Ferry Lutfi Pratama Adi Subarkah dan Sales Area Manager Retail Bali Pertamina Patra Niaga Alam Kanda Winali.

Pemantauan Distribusi BBM di Jember

Setelah dari Banyuwangi, Kepala BPH Migas melanjutkan pemantauan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jember, untuk melihat kondisi distribusi terhadap pelayanan BBM kepada masyarakat.

“Kami telah mengurai seluruh jalur pasokan BBM di Jember, dimulai dari titik awalnya di Fuel Terminal Tanjung Wangi,” jelas Wahyudi di salah satu SPBU Kecamatan Kaliwates, Jember.

Wahyudi menyampaikan, apabila jalur distribusi Banyuwangi-Jember kembali menghadapi kendala, pasokan dapat dialihkan dari Surabaya. Jalur tersebut menjadi alternatif meskipun membutuhkan waktu tempuh lebih panjang.

“Pengiriman dari Surabaya ke Jember membutuhkan waktu sekitar 10 jam. Sementara jika melalui Banyuwangi, hanya memerlukan waktu 6 hingga 8 jam, sehingga ada selisih efisiensi waktu sekitar 2 jam. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jember agar tetap bijak dalam mengonsumsi dan menggunakan BBM untuk keperluan sehari-hari,” terangnya.

Wahyudi juga tampak berdiskusi dan bertanya kepada beberapa pengguna kendaraan roda empat dan roda dua terkait ketersediaan dan penyaluran BBM di wilayah Jember.

Seorang pengemudi mobil pribadi bernama Winda (35) mengungkapkan rasa syukurnya terkait ketersediaan bahan bakar jenis Pertalite yang mulai stabil. “Alhamdulillah, untuk Pertalite sudah kembali normal dan tidak ada lagi antrean. Warga Jember tidak perlu panic buying. Cukup ikuti arahan dari pemerintah, maka dengan sendirinya antrean itu akan hilang,” ujarnya.

Lancarnya distribusi BBM dirasakan langsung oleh Siswanto (63), salah satu pengendara sepeda motor yang sedang membeli BBM bersubsidi. “Terima kasih Pemerintah, BBM di Jember sudah kembali lancar,” ucapnya.

Kegiatan turut dihadiri Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember Hanan Kukuh Ratmono dan Ketua Hiswana Migas Wilayah Besuki Ikbal Wirda Fardana.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT