Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memantau ketersediaan stok, distribusi, dan pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Indramayu dan Cirebon, Jawa Barat, pada Kamis hingga Jumat (23-24/7/2026). Pemantauan juga mencakup penerapan asersi nozzle sebagai bagian dari pengawasan penyaluran BBM subsidi dan kompensasi.
Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menyampaikan, pesisir utara Pulau Jawa merupakan jalur utama kendaraan logistik dan kendaraan pribadi. Menurutnya, ketersediaan BBM di SPBU dalam kondisi memadai dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan aturan yang ditetapkan.
“Kami memastikan salah satunya ketersediaan stok (BBM), di mana setiap SPBU itu harus memiliki stok yang cukup, aman, dan terkendali. Kami juga ingin melihat setiap proses distribusi dan pelayanan oleh operator SPBU, sudah sesuai dengan standar operasional,” ucap pria yang biasa dipanggil Baher.
Selain mengunjungi SPBU di Cirebon, BPH Migas juga meninjau sejumlah SPBU di Indramayu. Dalam pemantauan tersebut, BPH Migas melihat pelaksanaan asersi nozzle, yaitu pencatatan digital volume penyaluran BBM melalui ujung selang pengisian.
“Kami sudah keliling beberapa SPBU, untuk memastikan seluruh pelayanan dan stok (BBM) sesuai dengan ketentuan. Dan satu hal, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73 Tahun 2025, hari ini kami memastikan juga bahwa setiap SPBU yang melaksanakan perhitungan asersi nozzle, sudah dilakukan sesuai dengan yang ditetapkan,” ujarnya.
Menurut Baher, melalui penerapan asersi nozzle, penyaluran Jenis BBM Tertentu (Bio Solar) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (Pertalite) kepada konsumen tercatat secara digital sehingga mendukung verifikasi penyaluran dan memperkuat pengawasan agar semakin tepat sasaran.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Menurut Baher, ketersediaan BBM di wilayah Cirebon dan Indramayu tetap mencukupi.
“Tetap menggunakan BBM secara bijak, dan tidak panic-buying. Pemerintah terus mengupayakan agar seluruh kebutuhan BBM, khususnya di wilayah Cirebon dan Indramayu dalam keadaan cukup dan aman,” terangnya.
Sales Branch Manager Cirebon I Fuel Pertamina Patra Niaga Novan Reza Pahlevi menjelaskan, stok BBM di Cirebon dan Indramayu berada dalam kondisi cukup. “Antrean juga dalam kondisi normal dan BBM untuk masyarakat tersedia dengan tercukupi,” tuturnya.
Salah seorang warga Cirebon Endang Darmadiana, mengaku tidak mengalami kesulitan memperoleh BBM.
“Alhamdulillah bensin selalu tersedia. Pelayanannya baik dan cepat. Terima kasih Pemerintah, jangan sampai ini (BBM) kosong, karena ini kebutuhan masyarakat dan kami selalu membutuhkan setiap hari,” pungkasnya.