Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Pemerintah Kota Batam menjaring saran dan masukan pemanfaatan BBM bersubsidi bagi konsumen pengguna melalui sosialisasi Aplikasi Xstar di Kota Batam, Kamis (20/8/2026). Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan, di samping penyebarluasan informasi, pertemuan ini menjadi forum untuk menyamakan pemahaman antara BPH Migas dan Pemerintah Daerah mengenai penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran bagi konsumen pengguna yang telah ditentukan.
“Kami menerima banyak masukan berharga dari berbagai instansi terkait, mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dari diskusi ini bagaimana BBM bersubsidi memegang peran yang sangat krusial, tidak hanya untuk kelompok nelayan dalam melaut, tetapi juga untuk menopang roda layanan umum bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Fathul, Aplikasi Xstar dirancang untuk memudahkan pelaku sektor produktif, seperti nelayan dan petani dalam memperoleh BBM bersubsidi sesuai ketentuan. Hal ini penting bagi wilayah Batam yang memiliki karakteristik kepulauan.

“Aplikasi ini adalah komitmen pemerintah bahwa BBM bersubsidi itu harus bisa terjangkau oleh masyarakat, tetapi juga menjamin pasokannya selalu aman dan distribusinya berjalan lancar,” tuturnya.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto mengapresiasi kehadiran BPH Migas dalam penyebarluasan informasi Surat Rekomendasi melalui Aplikasi Xstar. Kebutuhan BBM bersubsidi sangat berkaitan dengan aktivitas masyarakat di wilayah kepulauan.
“Letak geografis Batam memang berada di wilayah pulau-pulau, jadi sangat memerlukan BBM bersubsidi untuk mendukung aktivitas masyarakat. Mudah-mudahan dengan adanya diskusi ini, bisa menjadi masukan berharga untuk penyempurnaan regulasi di kemudian hari,” tuturnya.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Teknologi Informasi Hilir Migas Abdul Halim, Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Gabriel Anggito Sianturi dan Sales Area Manager Retail Area Batam Pertamina Patra Niaga Bagus Handoko.
Kunjungan ke IT Batam dan SPBUN
Sehari sebelumnya, Rabu (19/8/2026), BPH Migas juga meninjau Integrated Terminal (IT) Batam dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Pulau Setokok, Batam. Fathul mengutarakan, pemantauan dilakukan untuk menjaga ketahanan stok BBM di Batam. Karakteristik wilayah kepulauan membuat kelancaran distribusi melalui jalur laut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan energi.
“Ketahanan stok untuk di dalam negeri, khususnya Kota Batam, harus bisa dijaga. Hal ini karena Batam menjadi barometer nasional, jadi menurut saya kondisinya perlu terus dipertahankan,” ujarnya.
Pemantauan juga diarahkan untuk melihat kelancaran penyaluran BBM bersubsidi menggunakan Surat Rekomendasi, terutama bagi nelayan. “Berdasarkan amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, negara harus hadir untuk memberikan BBM bersubsidi, terutama bagi nelayan di pulau terluar, termasuk Pulau Batam,” tambahnya.
Sales Area Manager Retail Area Batam Pertamina Patra Niaga Bagus Handoko menyampaikan, pasokan BBM ke SPBUN Setokok dikirim dari Integrated Terminal Batam setiap tiga hari. “Alhamdulillah, untuk distribusi BBM ke SPBUN ini berjalan lancar,” ungkapnya.
Bagi nelayan, kelancaran pasokan tersebut turut membantu menekan biaya operasional. Saidul (36) salah satu nelayan setempat, mengatakan, “Alhamdullilah, dengan BBM yang kami dapatkan dalam sebulan kami bisa menghasilkan 700 sampai 800 kilo tangkapan ikan,” pungkas Saidul.