Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pengecekan langsung kesiapan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Bantul serta PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 6 di Yogyakarta. Monitoring ini untuk memastikan jaminan layanan menjelang Tahun Baru 2026.
Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto menyampaikan, pengecekan pasokan dan distribusi BBM di SPBU di wilayah Bantul dan sekitarnya bertujuan untuk mengetahui secara langsung keamanan stok dan pelayanan terhadap konsumen yang jumlahnya meningkat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Wilayah Bantul dan sekitarnya merupakan jalur yang banyak dilintasi kendaraan roda dua, empat dan juga bus antarkota. Daerah ini terbilang strategis karena di jalur wisata Parangtritis ke Kota Yogyakarta. Kita perlu memastikan kesiapan pasokannya dan alhamdulillah kondisinya aman,” terang pria yang biasa dipanggil Baher ini, Jumat (26/12/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan, lanjut Baher, pasokan BBM di SPBU-SPBU tersebut berasal dari Terminal BBM Rewulu dan Terminal BBM Maos. Sebagian SPBU beroperasi 24 jam, namun ada pula yang beroperasi 18 jam.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap CCTV (Closed-Circuit Television), seluruh CCTV di SPBU dalam keadaan aktif, penyimpanan lebih dari 30 hari, dan kualitas gambar yang baik.
“Pemeriksaan terhadap CCTV merupakan salah satu bentuk pengawasan dan pemantauan aktivitas di SPBU untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan baik dan penyaluran BBM terutama BBM subsidi dan kompensasi tepat sasaran,” imbuh Baher.
Turut mendampingi dalam kunjungan ke SPBU ini Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa, Sales Area Manager Yogyakarta Jawa Tengah Pertamina Patra Niaga (PPN) Mahfud Nadyo Hantoro dan Sales Branch Manager Fuel Yogyakarta Arif Zarkhasi.

Pemantauan ke KAI Daop 6
Pengecekan keandalan pasokan BBM subsidi untuk kereta api dilaksanakan di Stasiun Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta, Sabtu (27/12/2025). Stasiun kereta api Yogyakarta merupakan salah satu stasiun yang memiliki penumpang kereta api jarak jauh terbanyak, mengingat kota ini juga menjadi salah satu destinasi wisata utama di Indonesia.
Berdasarkan data KAI Daop 6, realisasi jumlah penumpang tanggal 18 – 26 Desember 2026 mencapai 256.947 penumpang atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 241.259 penumpang. Sementara, jumlah perjalanan kereta api periode 18 – 26 Desember 2026 mencapai 409 kereta api atau meningkat dari tahun sebelumnya yang sebanyak 389 kereta api.
Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa memaparkan, KAI Daop 6 telah mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, termasuk penyediaan BBM dalam kondisi aman.
“BPH Migas telah melakukan monitoring dan telah memastikan bahwa pasokan untuk PT KAI yang berada di Daop 6 ini berjalan dengan lancar. Hasil koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan juga PT Patra Logistik yang melakukan transportasi BBM ke KAI ini juga telah menyatakan siap dan melaksanakan pekerjaan dengan baik,” ungkap Baskara.
Dari sisi kuota BBM subsidi untuk PT KAI, diperkirakan akan mencukupi hingga akhir tahun 2025. “insyaAllah prognosa kuotanya mencapai 99%, sehingga kuota yang disediakan Pemerintah melalui BPH Migas itu masih di atas realisasi yang terjadi di PT KAI ini,” pungkasnya.
Mendampingi dalam kunjungan ini Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, Executive Vice President of Supply Chain PT Kereta Api Indonesia Muhajir Afif, Vice President of Material Stock PT Kereta Api Indonesia Tony Zaenal Mutaqin, Region Manager Corp Sales JBT PT Pertamina Patra Niaga Tunggal Prabowo dan Direktur Pemasaran dan Operasi PT Patra Logistik Joko Priyambodo.