Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong Badan Usaha pemegang izin usaha niaga umum migas untuk menyediakan cadangan operasional sesuai ketentuan guna mendukung keandalan pelayanan kepada konsumen dan mendukung ketahanan energi nasional.
Untuk memastikan keamanan cadangan operasional BBM tersebut, Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengunjungi lokasi penyimpanan BBM PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) di Baria Bulk Terminal (BBT), Cilegon, Banten, Kamis (27/2/2025).
“Salah satu tugas dan fungsi BPH Migas adalah melakukan pengaturan dan pengawasan terkait ketersediaan dan pendistribusian BBM, cadangan BBM nasional, serta mengatur pemanfaatan fasilitas pengangkutan dan penyimpanan BBM. Kami ingin mengetahui secara lebih komprehensif penyediaan BBM yang dilakukan oleh PT EMLI, besaran stok yang disimpan di Cilegon ini, sekaligus mengetahui jumlah BBM yang disalurkan, baik itu Gasoil maupun Gasoline,” kata Saleh dalam kunjungan lapangan tersebut.
Secara umum, cadangan operasional BBM PT EMLI dalam kondisi baik karena stok yang tersedia mencapai lebih dari 30 hari atau di atas ketentuan Pemerintah yaitu 23 hari. BPH Migas mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan badan usaha untuk terus menjaga keamanan cadangan BBM.
“Cadangan operasional merupakan salah satu kebijakan Pemerintah dalam rangka mendukung keamanan pasokan BBM, dan pada akhirnya meningkatkan ketahanan energi nasional. Terima kasih kami sampaikan ke PT EMLI yang telah memenuhi standar ketentuan aturan BPH Migas Nomor 9 Tahun 2020 tentang Penyediaan Cadangan Operasional Bahan Bakar Minyak, di mana badan usaha diwajibkan menyimpan cadangan operasional sebanyak 23 hari. Apresiasi juga kami sampaikan kepada badan usaha penyimpanan yang memiliki fasilitas cukup besar. Semua ini demi mendukung ketahanan energi kita,” paparnya.
Regulatory Manager PT EMLI Ariyanti dalam kesempatan yang sama menegaskan komitmen perusahaannya untuk melakukan niaga BBM sesuai ketentuan Pemerintah. Hal ini sesuai dengan visi badan usaha yang beroperasi sejak tahun 2017 tersebut.

“Visi kami di EMLI adalah memenuhi kebutuhan energi di Indonesia dengan menyalurkan BBM dengan kualitas terbaik. Kami berharap turut berkontribusi untuk menjadi bagian dari ketahanan energi di Indonesia,” ujarnya.
Cadangan BBM EMLI secara nasional pada tahun 2024 untuk komoditas gasoline mencapai 47 hari dan solar sebanyak 29 hari. Cadangan BBM EMLI disimpan di 4 terminal BBM di Jawa dan Kalimantan. Salah satu terminal penyimpanan adalah di Baria Bulk Terminal yang menyimpan BBM sebanyak 10.000 kiloliter untuk produk B40 (Biodiesel 40%) dengan fasilitas in tank blending.
“Hingga saat ini, kami juga telah memiliki sekitar 2.400 microsite atau pom (pompa bensin) mini. Kami berharap EMLI tetap dapat menjadi bagian ketahanan energi di Indonesia, serta berterima kasih kepada Pemerintah untuk semua dukungan dan support atas bisnis dan investasi EMLI,” tambahnya.
Sementara PT Baria Bulk Terminal yang diwakili Manager Operasional Bambang Sakutro menambahkan bahwa pihaknya memiliki kapasitas penyimpanan mencapai 20.000 kiloliter dan juga memiliki Izin Niaga Umum. “Kami berkomitmen menyediakan sarana penyimpanan untuk mendukung program Pemerintah, yaitu meningkatkan ketahanan energi nasonal, khususnya ketahanan BBM,” tuturnya.
Untuk memastikan kualitas BBM, secara rutin dilakukan pemeriksaan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas Ditjen Migas Kementerian ESDM, serta salah satu lembaga lainnya.
Kunjungan ke SPBU Mini dan Produsen Biodiesel
Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Cilegon, Saleh berkesempatan mengunjungi salah satu Microsite atau SPBU Mini yang dikelola EMLI dan IndoMobil, serta berbincang langsung dengan masyarakat yang tengah mengisi bensin. “Pengecekan yang dilakukan ke masyarakat yang membeli BBM di sini, Alhamdulillah mereka terlayani dengan baik. Kami harapkan agar terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.
Saleh juga mengunjungi produsen biodiesel PT Multimas Nabati Asahan (MNA) di Kawasan Industri Wilmar di Serang, Banten, serta melihat fasilitas-fasilitas yang dimilikinya. “Kami diajak EMLI untuk melihat salah satu pemasok FAME mereka. Pasokannya cukup dan proses bisnisnya telah berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Turut hadir dalam giat ini, Head Operasional dan Logistic Biodiesel PT MNA Irwan Huang, serta Teritory Manager Banten PT EMLI Chrisna Adiyoga.