Kelancaran Distribusi BBM di Natuna terus Dijaga

Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah kepulauan memerlukan pengelolaan yang cermat agar pasokan tetap lancar dan sesuai kebutuhan masyarakat. Karakteristik geografis Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, yang didominasi lautan memerlukan pengawasan distribusi dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah.

Guna memastikan ketersediaan dan penyaluran BBM berjalan dengan baik, Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Bambang Hermanto melakukan kunjungan kerja ke Natuna. Dalam kesempatan itu, Bambang berdialog dengan Bupati Natuna Cen Sui Lan guna membahas berbagai dinamika pendistribusian BBM sekaligus mendengar langsung kebutuhan masyarakat.

Pria yang akrab disapa Baher itu menjelaskan, BPH Migas memiliki tugas mengatur dan mengawasi penyediaan serta pendistribusian BBM, termasuk pengangkutan gas bumi melalui pipa. Pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi terus diperkuat agar manfaatnya dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Saat ini kerap terdengar pembicaraan soal pendistribusian BBM terutama Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) minyak solar. Apalagi saat ini terjadi disparitas harga yang cukup tinggi di mana untuk minyak solar subsidi senilai Rp6.800,00 sedangkan (BBM) nonsubsidi mencapai Rp19.800,” jelasnya, Selasa (14/7/2026).

Baher menuturkan, perbedaan harga yang cukup besar antara BBM subsidi dan nonsubsidi menjadi salah satu alasan pentingnya pengawasan dilakukan secara berkelanjutan. BPH Migas juga terus mengembangkan pemanfaatan aplikasi XStar sebagai sarana pengawasan penyaluran BBM subsidi bagi nelayan, petani, layanan umum, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Untuk mendukung kegiatan operasional nelayan yang memiliki kapal di bawah 30 GT (Gross Tonnage), para petani yang menggunakan traktor, serta industri rumah tangga yang memiliki alat perkakas, BPH Migas memiliki XStar. Aplikasi ini menjadi sarana bagi BPH Migas untuk tetap mengawasi kelancaran distribusi BBM subsidi kepada konsumen pengguna tersebut. Di Natuna sendiri, nanti akan kami pantau supaya masyarakat bisa terinfo secara menyeluruh untuk tata kelola tersebut,” tegasnya.

Melalui pemanfaatan aplikasi tersebut, BPH Migas berharap penyaluran BBM subsidi dapat semakin efektif dan tepat sasaran.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyampaikan sejumlah kondisi yang masih dihadapi daerahnya dalam penyaluran BBM, seperti keterbatasan sarana angkut BBM yang memenuhi standar keselamatan, belum terbentuknya subpenyalur di sejumlah wilayah, serta distribusi minyak tanah yang masih bergantung pada jalur laut.

“Saat ini Pemerintah Natuna sedang melaksanakan pembaruan data nelayan secara menyeluruh. Pastinya ini akan berpengaruh pada kebutuhan riil dan alokasi kuota BBM subsidi bagi sektor perikanan ke depannya. Mudah-mudahan proses alokasi kuota nanti dapat mengacu pada data yang terbaru sehingga kebutuhan masyarakat nelayan dapat terpenuhi secara optimal,” jelasnya.

Cen berharap pembaruan data tersebut dapat menjadi dasar dalam penetapan alokasi BBM subsidi yang lebih sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Dengan data yang lebih akurat, penyaluran BBM bagi nelayan diharapkan semakin tepat sasaran dan mampu mendukung aktivitas masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sales Branch Manager Kepulauan Riau PT Pertamina Patra Niaga Muhammad Nafi.

Monitoring Fuel Terminal Pulau Sambu

Sehari sebelumnya, Senin (13/7/2026), Bambang juga meninjau Fuel Terminal BBM Pulau Sambu di Batam, Kepulauan Riau. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung keandalan Terminal BBM dalam mendukung pasokan BBM, khususnya bagi wilayah Sumatera bagian utara.

Dalam peninjauan tersebut, Baher menyoroti potensi optimalisasi fasilitas penyimpanan yang dimiliki FT Pulau Sambu. Dari total kapasitas tangki sekitar 296 ribu kiloliter (KL), saat ini baru empat tangki yang dimanfaatkan, sementara 15 tangki lainnya masih belum dioperasikan.

Menurut Baher, pemanfaatan kapasitas yang masih idle dapat meningkatkan cadangan BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Optimalisasi fasilitas penyimpanan juga dinilai akan mendukung kelancaran distribusi BBM ke berbagai wilayah.

“Lokasi Fuel Terminal Pulau Sambu cukup strategis dan didukung fasilitas dermaga yang memadai. Selanjutnya, dari sisi operasional agar dapat berjalan lebih efektif,” pungkasnya.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Fuel Terminal Manager Pulau Sambu Arvan Anwir Tjoneng dan Pjs Sales Area Manager Kepulauan Riau Hanif Pradipta Nursalih.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT